///10 Perubahan Perilaku Konsumen di Indonesia dan Cara Tepat untuk Pebisnis Menyikapinya

10 Perubahan Perilaku Konsumen di Indonesia dan Cara Tepat untuk Pebisnis Menyikapinya

Secara umum, perilaku konsumen adalah cara konsumen berbelanja, menggunakan produk atau layanan, dan berinteraksi dengan bisnis. Perilaku konsumen adalah hal yang dinamis dan selalu berubah, karena berbagai faktor, seperti perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, maupun perubahan demografi. Perubahan perilaku konsumen yang terjadi dapat memengaruhi permintaan, preferensi, dan loyalitas konsumen terhadap produk atau layanan tertentu.

Karena perilaku konsumen selalu berubah, setiap pebisnis harus dinamis pula memahaminya agar mampu menyesuaikan produk, layanan, dan strategi pemasaran dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan memahami perubahan perilaku konsumen, pebisnis dapat:

  1. Meningkatkan kepuasan dan retensi konsumen. Pebisnis yang paham perubahan perilaku konsumen akan mampu memberikan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya hidup konsumen. Selain itu, pebisnis juga mampu memberikan pengalaman yang personal, relevan, dan menyenangkan kepada konsumen. Dengan demikian, konsumen akan merasa puas dan setia terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
  2. Meningkatkan penjualan dan memperluas pangsa pasar. Pebisnis yang paham perubahan perilaku konsumen dapat menarik dan mempertahankan konsumen yang potensial dan menguntungkan, serta menjangkau dan menembus pasar yang baru dan lebih luas. Ini berarti penjualan meningkat dan pangsa pasar meluas.
  3. Meningkatkan inovasi dan memperkuat daya saing. Pebisnis yang paham perubahan perilaku konsumen mampu menciptakan dan menyediakan produk dan layanan yang baru, berbeda secara positif, dan secara keseluruhan menyajikan pengalaman konsumsi yang lebih baik. Di antara inovasi yang dilakukan, pebisnis akan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kenyamanan produk dan layanan mereka, sehingga dengan sendirinya memperkuat daya saing di tengah-tengah kompetisi bisnis.

 

Di Indonesia, perubahan perilaku konsumen pun terjadi terus-menerus. Kita yang berbisnis di Indonesia sudah semestinya memahami dinamika perubahan ini serta belajar cara yang tepat untuk menyikapinya. Secara umum, apalagi setelah pandemi Covid-19 melanda, perubahan-perubahan tersebut dapat dirangkum menjadi sepuluh perubahan berikut:

1.Konsumen menginginkan lebih banyak kontrol atas cara/metode mereka mengeluarkan uang. Ini termasuk peralihan pilihan konsumen ke metode pembayaran yang lebih aman dan mudah dipantau, seperti kartu debit dan dompet digital. Mereka juga lebih suka menggunakan pembayaran berteknologi terkini yang mendukung kecepatan dan kepraktisan, misalnya GoPay, ShopeePay, dan Dana, yang terintegrasi dengan kanal-kanal pembelanjaan.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan dan sediakan metode pembayaran yang beragam, mudah, dan aman.
  • Berikan nilai tambah dan insentif kepada konsumen yang menggunakan pembayaran terintegrasi.
  • Manfaatkan teknologi untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

 

2. Konsumen cenderung khawatir tentang inflasi dan dampaknya pada kenaikan harga. Bentuk kekhawatiran ini bermacam-macam, termasuk mengurangi pengeluaran untuk pembelanjaan yang non-esensial seperti perjalanan liburan, makan di restoran, dan pakaian tren terbaru. Konsumen kini lebih berfokus pada kebutuhan dasar dan gemar menggunakan berbagai strategi untuk menghemat uang, seperti mengemudi lebih sedikit, berbelanja secara daring, dan memanfaatkan program/kupon diskon.

Cara tepat menyikapinya:

  • Sajikan produk dan layanan yang berkualitas, terjangkau, serta bermanfaat nyata.
  • Berikan diskon, promo, dan bonus kepada konsumen yang setia.
  • Gunakan strategi pemasaran yang efektif, kreatif, dan relevan dengan karakteristik konsumen.

 

3. Konsumen cenderung lebih peduli dengan kesehatan, kebersihan, dan keselamatan. Mereka saat ini lebih memilih produk dan layanan yang ramah lingkungan, higienis, dan aman. Mereka juga lebih memperhatikan sertifikat, label, dan ulasan yang menunjukkan kualitas serta standar produk dan layanan.

Cara tepat menyikapinya:

  1. Sediakan produk dan layanan yang ramah lingkungan, higienis, dan aman.
  2. Patuhi protokol kesehatan dan keselamatan yang berlaku.
  3. Sertakan informasi, bukti, dan testimoni yang jujur dan transparan tentang produk dan layanan yang ditawarkan.

 

4. Konsumen lebih menyukai pengalaman yang personal, relevan, dan menyenangkan. Biasanya, konsumen lebih tertarik dengan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya hidup mereka. Mereka juga lebih menghargai produk dan layanan yang memberikan pengalaman yang unik, menarik, dan menghibur.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan produk dan layanan yang personal, relevan, dan menyenangkan.
  • Gunakan data dan teknologi untuk mengenal konsumen dan menyesuaikan penawaran.
  • Manfaatkan media sosial, influencer, dan konten kreatif untuk menarik dan mempertahankan konsumen.

 

5. Konsumen lebih terbuka dengan perubahan dan inovasi. Mereka lebih siap untuk mencoba produk dan layanan yang baru, berbeda, dan lebih baik. Selain itu, mereka juga lebih adaptif dengan perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan augmented reality.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan produk dan layanan yang baru, berbeda, dan lebih baik.
  • Gunakan teknologi yang relevan untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kenyamanan produk dan layanan.
  • Lakukan edukasi dan libatkan konsumen dalam proses perubahan dan inovasi.

 

6. Konsumen lebih mengutamakan nilai dan dampak sosial. Mereka lebih memilih produk dan layanan yang memiliki nilai dan dampak sosial yang positif, seperti yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, yang memberdayakan komunitas lokal, atau yang melindungi lingkungan. Mereka juga lebih bersedia untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti berdonasi, berbagi, atau menjadi relawan.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan produk dan layanan yang memiliki nilai dan dampak sosial yang positif.
  • Tunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam segala strategi bisnis.
  • Ajak konsumen berpartisipasi dalam upaya-upaya yang berdampak sosial dan berikan apresiasi yang langsung dapat dirasakan oleh mereka.

 

7. Konsumen lebih menghargai keterbukaan dan kejujuran. Mereka saat ini lebih memilih produk dan layanan yang transparan, jujur, dan dapat dipercaya. Mereka juga lebih kritis dan selektif dalam memilih informasi, produk, dan layanan. Mereka tidak mudah percaya dengan klaim, iklan, atau testimoni yang tidak memiliki bukti atau sumber yang kredibel, dan cenderung protes secara terbuka jika merasa tidak mendapatkan produk atau layanan yang dijanjikan atau dipromosikan sebelumnya.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan produk dan layanan dengan penjelasan yang transparan, jujur, dan dapat dipercaya.
  • Berikan informasi dengan bukti dan data sumber yang akurat, lengkap, dan kredibel.
  • Hindari klaim, iklan, atau testimoni yang menyesatkan, berlebihan, apalagi palsu.

 

8. Konsumen lebih mengandalkan rekomendasi dan ulasan sesama konsumen. Saat ini, konsumen lebih memilih produk dan layanan yang direkomendasikan oleh orang-orang yang mereka kenal, percaya, atau hormati, seperti keluarga, teman, influencer yang digemari, atau pakar/ahli sesuai bidangnya. Mereka juga lebih memperhatikan ulasan yang diberikan oleh konsumen lain yang telah menggunakan produk atau layanan tersebut. Ini berarti, konsumen tidak lagi mengandalkan iklan atau penjelasan dari pemilik bisnis terkait semata.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan produk dan layanan yang berkualitas, bermanfaat, dan memuaskan, yang sesuai dengan ulasan dan rekomendasi positif yang diterima.
  • Dorong konsumen untuk memberi ulasan positif yang jujur dan apresiasi konsumen yang memberikan rekomendasi dan ulasan yang positif, misalnya dengan insentif tertentu.
  • Tanggapi dan selesaikan masukan yang negatif dengan profesional dan sopan, sampai masalahnya tuntas.

 

9. Konsumen lebih menghendaki kenyamanan dan kemudahan, jika harga yang perlu dibayar masih dirasa masuk akal. Saat ini, konsumen tidak lagi hanya mengutamakan harga yang lebih murah. Mereka lebih memilih produk dan layanan yang dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam berbelanja, menggunakan, dan menikmati produk atau layanan tersebut. Mereka juga lebih suka menggunakan produk dan layanan yang dapat diakses kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan produk dan layanan yang dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada konsumen.
  • Manfaatkan teknologi untuk mempercepat, mempermudah, dan memperbaiki proses berbelanja, menggunakan, dan menikmati produk atau layanan.
  • Gunakan berbagai kanal dan platform daring maupun luring (online dan offline), atau bahkan omnichannel untuk menjangkau dan melayani konsumen.

 

10. Konsumen memiliki karakteristik yang lebih beragam dan menuntut perlakuan inklusif. Konsumen di era modern ini lebih memilih produk dan layanan yang menghormati dan mengakomodasi keragaman dan inklusivitas konsumen, termasuk dalam hal gender, usia, ras, etnis, agama, budaya, atau bahkan orientasi seksual. Mereka juga lebih sadar dan peduli dengan isu-isu sosial, seperti kesetaraan, keadilan, dan hak asasi manusia. Sebagai pebisnis, kita tidak wajib bersetuju dengan pandangan atau prinsip yang dianut konsumen, tetapi kita wajib menghormati setiap konsumen tanpa membeda-bedakan perlakuan berdasarkan pandangan atau prinsipnya itu.

Cara tepat menyikapinya:

  • Tawarkan produk dan layanan yang menghormati dan mengakomodasi keragaman dan inklusivitas konsumen.
  • Gunakan bahasa, gambar, dan pesan yang sensitif, ramah, dan menghargai bagi setiap golongan konsumen.
  • Hindari stereotipe, diskriminasi, atau pelecehan dalam bentuk apa pun terhadap konsumen.

Firman Tuhan di Amsal 18:15 menasihatkan, “Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan”. Artinya, kita selalu perlu belajar dan menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan eksternal agar tidak ditinggal oleh perubahan tersebut. Berbagai perubahan perilaku konsumen di Indonesia yang kita bahas dalam artikel ini perlu kita simak untuk membuka pikiran kita, sekaligus mendorong diri kita sebagai pebisnis untuk berubah dengan benar demi menjawab kebutuhan mereka.

2024-02-27T15:16:04+07:00