//10 Tips Bagaimana Menjadi DUTA BESAR ALLAH di tempat Kerja

10 Tips Bagaimana Menjadi DUTA BESAR ALLAH di tempat Kerja

Demikian juga dengan setiap anak-anak Tuhan. Kita adalah duta besar Allah. Tempat bertugas kita adalah sesuai dengan di mana Tuhan menempatkan kita. Jika Anda adalah seorang perawat, maka Anda adalah duta besar Allah di rumah sakit. Bila Anda adalah salesman, maka Anda adalah wakil Allah di perusahaan. Bila Anda adalah direktur, maka Anda adalah duta besar Allah bagi seluruh karyawan Anda. Bila Anda adalah seorang pengusaha, maka tempat pelayanan Anda adalah perusahaan Anda

Banyak orang berpikir bahwa melayani Tuhan itu hanyalah di gereja atau di komsel. Ini adalah pandangan keliru. Rata-rata manusia menghabiskan 30% – 50% hidupnya di dunia kerja. Rata-rata kita bekerja 8 jam – 12 jam per hari. Dan tempat kerja sebenarnya adalah tempat yang paling strategis kita menjalankan fungsi kita sebagai “garam dan terang” (Matius 5:13-14), menjalankan fungsi sebagai utusan-utusan Allah (2 Korintus 5:20) serta melakukan berbagai pelayanan bagi orang-orang yang belum percaya (Efesus 6:7) .

Jadi sekali lagi, kita harus memahami siapa diri kita? Kita adalah anak Allah, kita adalah duta besar Allah di tempat kerja, kita adalah utusan Allah di perusahaan di mana Allah tempatkan kita, dan kita adalah pelayan Allah di departemen/ dibagian di mana kita bekerja

Aplikasinya menjadi duta besar Allah di tempat kerja
Bagaimana langkah konkrit menjadi duta besar atau sebagai utusan Allah? Berikut ini saya akan bagikan 10 tips bagaimana Anda bisa menjadi “garam dan terang” di tempat kerja.
1. Melalui sikap perilaku kita
* Orang sekeliling kita di kantor / di pabrik / di warung / di perusahaan di mana Anda di tempatkan, tidak membutuhkan brosur KKR, tidak membutuhkan kaset kotbah, tidak membutuhkan majalah rohani dari kita. Yang paling mereka butuhkan dan ingin lihat adalah sikap perilaku kita terhadap mereka.
* Orang lain tidak mungkin akan melihat Yesus dalam kehidupan kita, apabila kita tidak menjadi contoh, tidak menjadi teladan, tidak menjadi panutan dalam sikap perilaku maupun kata-kata. Siapa yang tertarik akan undangan KKR kita, bila setiap hari kita datang terlambat ke kantor atau 1/2 jam sebelum jam 17, meja kerja sudah rapih dan sudah siap-siap “kabur” ketika “teng” jam 17 sore.
* Orang-orang ditempat kerja baru bisa melihat YESUS melalui sikap perilaku kita selama jam kerja.

2. Ketika diberikan tugas yang banyak masalah
* Apa respon kita ketika menghadapi berbagai masalah dan kesulitan dalam menjalankan suatu tugas? Apakah kita mengeluh,”Wah susah banget sih” atau menyalahkan orang lain,”Ini gara-gara bagian pembelian nih, yang selalu telat, makanya target saya tidak tercapai”.
* Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berdoa dan mencari hikmat dari Tuhan (Fil 4:13). Ketika kita dapatkan hikmat dari Tuhan, dan mendapatkan solusinya, orang lain akan terkagum-kagum dengan kemampuan Anda, dan akhirnya Anda bisa katakan,”Bukan saya yang hebat, tapi berkat doa dan pertolongan Yesus, saya bisa ketemu solusinya”….

3. Respon kita ketika diberikan tugas-tugas yang bukan tugas kita
* Banyak orang yang langsung mengeluh dan berdalih-dalih,”Loh Pak kenapa bukan dia aja yang lakukan tugas ini….” atau,”Wah Pak saya gak bisa Pak, belum punya pengalaman…jangan dulu deh Pak.” Menurut Anda, apa kira-kira pemikiran si atasan ketika ditolak seperti itu?
* Apa yang sebaiknya kita lakukan?
* Jangan bersungut-sungut, jangan “cemberut” tanda kesal. Tapi tetap tersenyum, dan katakan,” Ahaaa….ini kesempatan saya jadi garam dan terang…”
* Ambil tanggung jawab itu
* Jangan hitung-hitungan
* Kalau belum punya pengalaman, belajar!!!! Ini adalah kesempatan kita menambahkan pengalaman baru

4.Deteksi orang sekeliling kita yang butuh bantuan doa
* Setiap saat, coba amati, ada tidak orang yang sedang mengalami kesulitan, sedang pusing tujuh keliling, sedang tertekan, habis didamprat oleh atasan, habis difitnah oleh rekan kerja, intinya orang yang sedang susah!
* Apa yang sebaiknya kita lakukan? Cari waktu ketika istirahat makan siang, atau waktu usai kerja, tanyakan persoalannya, dan tawarkan untuk mendoakan dia. Berikan kata-kata motivasi (Ingat! Jangan lakukan hal ini ketika jam kerja! Betul-betul harus dilakukan diluar jam kerja!)

5. Menawarkan bantuan
* Rekan kerja Anda anaknya sakit, sore nanti harus dibawa kedokter, sedangkan ada tugas membuat laporan yang belum selesai dan deadlinenya besok pagi jam 8.30 sudah harus ada di meja atasan. Ketika Anda melihat dan mengetahui situasi, apa yang akan Anda lakukan?
* Apa yang sebaiknya kita lakukan? Tawarkan bantuan, bayar harga (namanya juga melayani Tuhan) untuk lembur 1 atau 2 jam untuk selesaikan laporan dia. Menurut Anda, kira-kira apa impresi dia terhadap pertolongan Anda (tolong dijawab, kalau perlu diskusikan dengan teman dikomsel)

6. Respon ketika diperlakukan tidak adil
* Anda dituding oleh atasan atau rekan kerja tentang hal-hal yang tidak Anda lakukan. Atau Anda merasa didiskriminasi oleh perusahaan atau atasan pilih kasih, atau kenaikan gaji tahun ini, Anda yang paling kecil dibandingkan teman lain. Apa respon orang pada umumnya?

* Apa yang sebaiknya kita lakukan?
– Tetap bersuka cita, praktekan Fil 4:6
– Tetap rajin bekerja
– Tetap jaga semangat Anda
Dengan Anda mempraktekan hal ini, ada waktunya orang-orang sekeliling Anda akan melihat, bahwa Anda ini “BEDA” dari yang lain. Ada sesuatu yang tidak biasa. Dan ini adalah kesempatan untuk Anda tunjukan bahwa ada YESUS di dalam hidup Anda.

7. Tidak ikut bergosip
* Hobi yang “best seller” dikalangan karyawan adalah menjelek-jelekan atasan, membahas kekurangan atasan, bersungut-sungut tentang kebijakan perusahaan. Ketika rekan-rekan kerja kita sedang asik bergosip tentang semua hal tersebut, apa reaksi kita?
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
* Tidak terlibat
* Tutup mulut
* Berdoa dalam hati
* Kalau ditanya komentar oleh rekan kerja Anda, ini kesempatan baik, untuk ajak mereka melihat sesuatu dari sisi positifnya, jangan hanya fokus pada sisi buruknya. Misalnya Anda bisa katakan,”Memang atasan kita itu banyak kekurangannya, tapi saya mau fokus pada kelebihan-kelebihan dia yang tidak saya miliki, dan saya mau belajar”.

8. Doakan atasan Anda
* Setiap atasan memiliki kekurangan, kelemahan, tekanan hidup dan stress masing-masing. Dia juga memiliki berbagai tantangan yang sedang ia gumuli.
* Apa yang sebaiknya kita lakukan?
* Doakan dia dalam saat teduh kita. Minta Tuhan memberkati juga atasan kita dan minta Tuhan bantu berbagai persoalan dia.
* Walaupun atasan Anda tidak mengetahui bahwa Anda sedang doakan dia, tapi Anda harus ingat, apa yang Anda tabur, Anda akan tuai juga.

9. “Saya mau”
Ketika perusahaan melakukan gathering tahunan dan sedang mencari ketua panitia. Apa respon Anda? Ketika di dalam suatu pertemuan, lalu ketua panitia bertanya, siapa yang mau pimpin doa, apa reaksi Anda? Sebetulnya peristiwa-peristiwa seperti ini adalah kesempatan sangat baik “unjuk-diri sebagai duta besarnya Allah”
* Apa yang sebaiknya kita lakukan?
* Say “YES”, dan ambil tanggung jawab itu, tujuannya supaya Anda dikenal oleh seluruh pemimpin perusahaan dan karyawan perusahaan. Ketika Anda dikenal mereka, ini peluang besar untuk menunjukan siapa Yesus yang ada didalam diri Anda

10.Berprestasi di atas rata-rata
* Orang yang berprestasi di atas rata-rata, pada umumnya akan menjadi pusat perhatian banyak orang. Ketika Anda berprestasi, Anda sedang berada di “top-of-mountain”. Anda akan memiliki “pengaruh” untuk menjalankan diri Anda sebagai utusan Allah melalui pengaruh yang Anda miliki.
* Apa yang sebaiknya kita lakukan?
* Fokuskan diri kita untuk belajar terus dan lakukan yang terbaik.
* Latih diri memiliki “spirit of excellence” bukan “spirit of competition”.

Sekali lagi, orang tidak akan tertarik dengan kesaksian dari mulut Anda tentang Yesus atau orang tidak akan gubris brosur KKR / kaset kotbah / buku rohani dari tangan Anda, selama Anda belum memancarkan “Yesus” dalam setiap respon dan perilaku Anda di tempat kerja. Ladang tuaian yang paling besar salah satunya adalah dunia kerja, jadi marilah kita setiap hari melakukan pelayanan di tempat kerja, menjadi duta besar Allah dan menjadi utusanNYA. Selamat bekerja, selamat berkarya, selamat melayani di tempat kerja.

(Temukan berbagai artikel lain yang sangat bermanfaat untuk Anda, di web saya www.freddway.com )

2019-09-29T11:04:54+07:00