//11/05/2022 – Janji Kemenangan dari Tuhan

11/05/2022 – Janji Kemenangan dari Tuhan

Rabu, 11/5/2022

Bacaan harian setahun: 2 Tawarikh 24-26; Lukas 7-8

Janji Kemenangan dari Tuhan

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Yosua 1:1-9

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

  1. Apa janji Tuhan kepada kita?
  2. Apa perintah Tuhan kepada kita?
  3. Hal apakah yang harus kita kuatkan?

 

Renungan:

Tuhan adalah pencipta langit dan bumi. Dia berkuasa atas segala hal. Namun, untuk mengalami janji kemenangan dari Tuhan, kita membutuhkan iman. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam berjalan di dalam iman:

(1). Jangan hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Setiap orang memiliki urapan yang khusus sesuai pemberian Tuhan. “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”

(2). Beriman akan penyertaan Tuhan. Seperti Tuhan menyertai Musa dan Yosua, Dia menyertai kita. “Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

(3). Kuatkan dan teguhkan hati. “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh.”

(4). Jangan menyimpang atau menempuh jalan yang lain, tetaplah pada jalan Tuhan. “Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.”

(5). Jangan melupakan Firman Tuhan. Teruslah membaca dan merenungkan Firman Tuhan sepanjang hari. “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

(6). Jangan kecut (gentar) dan tawar hati. “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

2022-04-27T08:15:02+07:00