//11/02/14 – Ibadah dalam transformasi hati

11/02/14 – Ibadah dalam transformasi hati

Selasa, 11/02/2014

IBADAH DALAM TRANSFORMASI HATI

Bacaan Firman
Bacalah Matius 6:1, 5-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa nasihat Tuhan ketika kita melakukan kewajiban agama (ibadah) kita? (ayat 1).
2. Apa yang terjadi bila seseorang beribadah (berdoa) dengan motif yang salah? Atau sebaliknya dengan motif yang benar?
(ayat 5-6).

Transformasi hati tak mungkin terjadi dengan cara apapun, kecuali dengan beribadah dalam motif yang benar. Bila ibadah yang dilakukan adalah menarik pujian manusia, maka ibadah tersebut sia-sia dan tidak memiliki kuasa transformasi hati. Ibadah yang tujuan motivasinya adalah mendapat pujian manusia, maka ia hanya mendapat pujian manusia saja. Orang itu telah mendapatkan upahnya. Namun, jika seseorang beribadah bukan untuk dipuji atau dilihat orang, maka ibadah itu memiliki kuasa perubahan hidup yang luar biasa. Mengapa? Sebab ibadah yang demikian menyebabkan terjadinya perjumpaan ilahi di tempat “tersembunyi”. Tempat yang “tersembunyi” itu adalah perjumpaan intim, seperti layaknya sepasang suami istri yang berhubungan intim. Tuhan yang adalah “suami” dari gerejaNya, ingin memiliki tempat yang intim dengan “istrinya”. Di tempat itulah Bapa ingin memberkati kita. Pada saat itulah pikiran-pikiran bawah sadar kita yang tidak benar disingkapkan dan pikiran-pikiran Kristus diimpartasikan. Dengan demikian, transformasi hati pun terjadi.

“Sebelum menerima pengajaran tentang transformasi hati, saya adalah orang yang sangat emosional, terutama bila berkaitan dengan makanan. Saya sangat mudah untuk marah jika perut terasa lapar. Setelah saya mengerti pelajaran tentang transformasi hati, saya dibimbing dan dimuridkan dalam prinsip-prinsip ini. Melalui proses konseling dan ibadah (Roma 12:1), saya mengalami perjumpaan yang luar biasa dengan Bapa di sorga. Saya berjumpa dengan Bapa secara pribadi di tempat yang tersembunyi, seperti yang diajarkan di dalam pelajaran transformasi hati. Akhirnya, Bapa membongkar semua hal yang sudah terkubur lama dalam pikiran bawah sadar saya sejak kecil. Satu-persatu Tuhan menyembuhkan dan memulihkan saya kembali. Akhirnya, saya merasa terbebas. Rohani saya pun bertumbuh sejak pemulihan itu.”

Praktek
1. Praktekkanlah ibadah (Roma 12:1) untuk mengalami transformasi hati sehari-hari.
2. Menanam firman di hati: Matius 6:5-6

2014-01-21T03:52:58+07:00