//11/05/2012 Seorang Murid Memiliki Kepekaan Ilahi

11/05/2012 Seorang Murid Memiliki Kepekaan Ilahi

Jumat, 11/05/2012

SEORANG MURID MEMILIKI KEPEKAAN ILAHI

Bacaan Firman:
Bacalah Lukas 10:38-42 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan

1. Hal apakah yang dilakukan oleh Maria?
2. Apa yang dilakukan oleh Marta?
3. Bagaimana respon Yesus terhadap keduanya?

Yesus dan murid-murid dalam perjalanan ke Yerusalem lewat kampung Maria dan Marta di Betania. Lalu, mereka singgah di rumah Maria dan Marta, karena tubuh mereka sudah lelah, haus dan lapar. Marta adalah seorang wanita “hospitalized” yang suka melayani. Ia bersukacita karena rumahnya dikunjungi Yesus. Jadi, Marta sibuk menyiapkan minuman dan makanan. Sedang Maria duduk dekat kaki Yesus untuk mendengar firman. Tiba-tiba sukacita Marta hilang lenyap karena Maria tidak membantunya. Apa yang membuat Marta kesal? Kepekaan Ilahi. Seorang murid sejati harus bertumbuh dalam kepekaan Ilahi berdasarkan hikmat Allah. Kepekaan untuk membedakan hal mana yang perlu dilakukan atau tidak tepat pada waktunya. Murid harus tahu kapan melayani dan kapan berdiam diri. Kapan bicara dan kapan diam. Kepekaan Ilahi diperoleh lewat persekutuan yang intim dengan Tuhan. Maria bertumbuh menjadi murid yang peka, sehingga ia tahu apa yang harus dilakukan ketika Yesus singgah di rumahnya. Dengan hikmat Allah, Maria memilih hal yang terbaik dengan cara duduk di dekat kaki Yesus untuk mendengarkan perkataan-Nya. Apakah Maria malas? Tidak. Ia adalah wanita yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak mur dan narwastu (Yoh 12:1-8). Ia memecahkan buli-buli berisi minyak narwastu seharga upah seorang pekerja selama satu tahun (upah kerja pada waktu itu sedinar sehari – Matius 20:2). Ini membuktikan bahwa Maria bukan seorang pribadi yang malas dan hanya berdoa saja. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memilih yang terbaik bagi hidup kita seperti Maria? Ingat, Yesus memuji Maria, “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria, telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Rindukah Anda mendapat pujian seperti Maria? Bertumbuhlah dalam kepekaan Ilahi.

 

Praktek
Sudahkah Anda bertumbuh dalam kepekaan Ilahi? Jika belum, apa komitmen Anda untuk dilakukan setelah membaca renungan ini. Bagikanlah pengalaman Anda di komsel

2019-10-11T02:10:27+00:00