//11/07/2012 – Milik yang paling Berharga

11/07/2012 – Milik yang paling Berharga

Rabu, 11/07/2012

MILIK YANG PALING BERHARGA

Bacaan Firman :
Bacalah Yesaya 43:1-4 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Masih adakah ketakutan dalam hidup kita yang berasal dari perasaan tak berharga?(ayat 1).
2. Apa jaminan Tuhan bahwa kita adalah milik-Nya yang paling berharga? (ayat 2-4).

Dunia telah membangun suatu opini bahwa kita merasa berharga jika kita memiliki status tertentu, atau prestasi yang gemilang atau harta yang banyak. Hal ini yang membuat hampir semua orang terjebak dalam opini ini. Sebenarnya, jika kita memiliki prestasi yang bagus, status sosial yang baik atau harta yang berlimpah pun tidak salah, karena hal itu adalah bagian dari rencana Tuhan. Masalahnya adalah ketika orang mengejar hal-hal itu demi mendapatkan suatu pengakuan dari orang lain. Tuhan berfirman melalui nabi Yesaya, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,”(ayat 4a). Ini luar biasa. Sebagai umat kepunyaan Allah, kita memiliki status yang hebat: milik yang paling berharga. Jadi, entah memiliki atau tidak memiliki status yang diakui oleh dunia ini pun, kita adalah milik yang paling berharga dari Allah. Mengapa? Karena: (1). Kita adalah milik Tuhan dan bukan milik dunia (ayat 1). Sejak menerima Yesus, kita berasal dari Allah (I Yoh 4:4). Kewargaan kita berasal dari Allah. (2). Tuhan senantiasa menyertai kita (ayat 2). Karena kita adalah milik-Nya yang paling berharga, maka Dia pasti menjamin untuk meluputkan hidup kita ketika melewati sungai dan api. (3). Tuhan adalah penebus hidup kita (ayat 3). Keberhargaan kita dilandasi oleh pengertian bahwa Tuhan adalah penebus kita. Ia mengasihi kita dengan kasih yang kekal. Kita semua memiliki latar belakang yang kurang baik sebelum kita mengalami kelahiran baru, tetapi Tuhan menebus kita dari semua kutuk dosa yang seharusnya kita tanggung. Jika Tuhan memanadang kita sebagai milik yang paling berharga, mengapa kita mesti terjebak dengan sistim dunia lagi? Jangan berfokus pada rasa berharga yang palsu.

Praktek
Apakah Anda pernah membangun rasa keberhargaan diri Anda dari opini dunia? Apa komitmen Anda untuk mengubah rasa keberhargaan yang demikian? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

2012-06-30T02:45:19+00:00