//11/08/13 – Kehendak Tuhan bagi Hidup Pribadi

11/08/13 – Kehendak Tuhan bagi Hidup Pribadi

Minggu, 11 Agustus 2013

KEHENDAK TUHAN BAGI HIDUP PRIBADI

Bacaan Firman
Bacalah Ulangan 8:2 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang harus kita ingat (ayat 2a)?
2. Mengapa Tuhan memerintahkan kepada kita untuk mengingatnya (ayat 2b)?

Dalam renungan Saat Teduh hari ini, kita akan belajar tentang apa tujuan bangsa Israel yang dibawa oleh Tuhan ke padang gurun. Menurut Ulangan 8:2, Tuhan berfirman kepada orang Israel lewat nabi Musa, “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kau lakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.” Ada hal penting yang perlu kita tanyakan kepada diri sendiri: apakah perjalanan yang kita lalui selama ini sudah sesuai kehendak Tuhan? Jika kita berjalan di padang gurun hari ini, apakah kita sadar bahwa Tuhan menguji kita untuk mengetahui isi hati kita? Apakah kita akan tetap berpegang pada perintah Tuhan atau melanggar Firman Tuhan? Hal penting apakah yang harus kita hindari ketika kita berada di padang gurun hidup ini? Mari kita melihat contohnya. Di dalam Keluaran 16:1-3, tertulis tentang perjalanan orang-orang Israel di padang gurun, “Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir. Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: ‘Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.'” Di sini kita belajar bahwa kita tidak boleh bersungut-sungut ketika melewati padang gurun kehidupan kita. Kita harus merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kita ditinggikan-Nya pada waktunya. Jadi, kita harus bersyukur kepada Tuhan ketika Ia memimpin kita melewati padang gurun rohani kita, karena Tuhan memiliki rencana yang indah atas kita. Marilah kita hidup dalam kehendak Tuhan.

Praktek
Pencerahan apa yang Anda dapatkan dari Saat Teduh hari ini? Buatlah komitmen bersama Tuhan.

2013-07-25T04:07:19+07:00