//11/08/16 – Kasih manusia atau kasih Allah

11/08/16 – Kasih manusia atau kasih Allah

Kamis, 11/08/2016

KASIH MANUSIA ATAU KASIH ALLAH

M1 – Membaca firman di hadirat Kristus

Matius 5:43-48

 

M2 – Merenungkan firman di hadirat Kristus

1. Apakah perbedaan pemahaman antara Yesus dan orang-orang Yahudi tentang ajaran “Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu”? (ay. 43-44)

2. Mengapa sikap kita terhadap musuh harus sama seperti yang diajarkan oleh Yesus? Kasih apakah yang harus dipraktikkan oleh anak-anak Allah? (ay. 45-48)

3. Apakah kasih Allah itu, dan apakah bedanya dengan kasih manusia?

Sebenarnya di belakang kalimat “kasihilah sesamamu manusia” tidak ada tambahan “bencilah musuhmu”. Orang Yahudi pada zaman itu telah menambahkan kata-kata itu untuk bisa membenarkan dirinya ketika mereka gagal mengasihi musuh-musuhnya. Mereka gagal karena tidak mampu untuk mempraktikkan kasih Allah (kasih agape). Mereka hanya bisa mempraktikkan kasih manusia semata. Kasih manusia berbeda dengan kasih Allah. Kasih manusia bersifat bersyarat dan timbal balik, maka manusia tidak akan mampu mengasihi musuhnya. Orang yang menerapkan kasih manusia hanya akan mengasihi sesama yang mengasihi dia. Dengan demikian, dia membenci orang yang membenci dirinya. Hanya kasih Allah yang tidak egoislah yang bisa memampukan kita mengasihi musuh.

 

M3 – Mendengar dan melakukan firman Kristus

M4 – Membagikan firman Kristus

2016-07-26T07:52:45+07:00