//11/10/13 – Ikatan Emosional

11/10/13 – Ikatan Emosional

Jumat, 11 Oktober 2013

IKATAN EMOSIONAL

Bacaan Firman
Bacalah Yesaya 49:14-16 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang Sion (gambaran gereja) katakan tentang dirinya (ayat 14)?
2. Seperti apakah sebenarnya Tuhan menyayangi Sion (ayat 15-16)?

Menurut ayat 15, seorang ibu yang baik tidak pernah melupakan anaknya. Memang ada ibu yang tega melupakan anaknya, tetapi Allah tidak akan melupakan umatNya. Kita adalah produk dari pola asuh orang tua, entah baik ataupun buruk. Para ahli menemukan bahwa sebaik-baiknya orang tua hanya 50% dari kesempatan melakukan pola asuh yang baik. Artinya keberhasilan mengasuh anak dengan baik hanyalah 50%. Hal ini menentukan ikatan emosi yang menentukan perkembangan mental seseorang di masa depan. Ada 4 macam pola ikatan emosional

1). Ikatan emosional yang sehat. Dihasilkan dari orang tua yang mengasuh anaknya dengan kasih, sabar dan murah hati. Akibatnya, anaknya peka dengan perasaan orang lain, menghargai hubungan dan bisa membangun hubungan intim dengan Bapa di sorga.

2). Ikatan emosional yang tidak aman – suka menghindar. Hal ini berasal dari orang tua yang memiliki kecerdasan emosi rendah, dan yang tidak siap menjawab kebutuhan emosi anak, tidak peka terhadap emosi anak. Akibatnya, anak-anak menghindari konflik dan hubungan emosional dengan orang lain serta mengabaikan masukan dari otak kanan. Mereka lebih mengembangkan otak kiri dan bergantung pada logika dan analisa daripada membangun hubungan.

3). Ikatan emosional yang tidak aman – menolak perasaan/ cemas. Disebabkan oleh orang tua atau pun pengasuh yang tidak konsisten karena dikuasai rasa cemas, sehingga lalai memperhatikan kebutuhan anak. Akibatnya, anak-anak menganggap dunia tidak dapat diandalkan. Mereka memiliki hubungan emosi yang tidak aman dengan Tuhan dan sesama. Mereka tidak bisa mengandalkan Tuhan.

4). Ikatan emosional yang tidak aman – tidak teratur. Ini terjadi karena orang tua yang menakut-nakuti anaknya. Mereka melecehkan anak-anak secara emosional, fisik, atau seksual. Mereka menderita kekacauan emosi, kekacauan bipolar, penyalahgunaan narkoba atau alkohol. Akibatnya fungsi otaknya kacau: otak kiri dan kanan, alam sadar dan alam bawah sadar tidak terkoordinir, sehingga melakukan tindakan yang kacau. Akibatnya mereka sulit merasakan kasih Allah dan tidak bisa intim dengan Tuhan.

Renungan Firman
Ikatan emosi yang seperti apa yang Anda alami dengan orang tua Anda? Hal-hal apakah yang perlu Anda lakukan terhadap ikatan emosi tersebut? Ceritakan berkat yang Anda peroleh kepada seseorang yang membutuhkannya.

2013-09-26T02:52:54+07:00