//12/01/14 – Kebodohan iblis : tentang rencana salib

12/01/14 – Kebodohan iblis : tentang rencana salib

Minggu, 12 Januari 2014

KEBODOHAN IBLIS : TENTANG RENCANA SALIB

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 2:1-14 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Mengapakah Allah menyembunyikan rencana Salib?
2. Bagaimana caranya agar kita memahami rencana Allah?

Iblis memang bodoh sekali! Dia tidak mengetahui rencana Tuhan. Pengikut-pengikutnya juga tidak mengetahuinya, bahkan tidak ada yang mengenalnya, selain Tuhan. Kalau mereka sudah tahu, mereka tidak akan menyalibkan Yesus (1 Korintus 2:8). Rencana salib ini sudah direncanakan dalam kekekalan, sebelum ada dosa, sebelum ada Iblis, karena Allah yang Mahatahu dapat melihat kesudahan sejak permulaan. Pada zaman Yesus, Iblis sungguh bodoh. Dia tidak tahu bahwa salib adalah senjata Allah untuk menghancurkannya. Dia tidak tahu karena rencana itu dirahasiakan oleh Tuhan. Kalau Iblis sudah tahu rencana ajaib itu, dia tidak akan mendorong masyarakat untuk menyalibkan Yesus. Dia akan mati-matian membela Yesus, jangan sampai Yesus mati. Karena kalau Yesus mati, Iblis kalah. Tetapi, Iblis adalah bodoh terhadap rencana Tuhan. Dalam kebodohan itu, Iblis berpikir bilamana Yesus mati, dia sudah menang. Untuk sesaat saja Iblis bersukacita. Tapi yang dia tidak sadari adalah bahwa salib adalah senjata Allah yang paling mutakhir, yang paling mampu membasmi segala penyakit, segala dosa, segala setan, dan memberikan kepada kita kehidupan yang kekal. Kita menjadi jauh lebih mulia daripada Adam dan Hawa dan jauh lebih mulia daripada semua malaikat, serafim dan kerubim. Kita akan menjadi sama seperti Yesus! Tuhan mempunyai rencana yang mulia dari awal, rencana bahwa kita akan terwujud sama seperti Kristus dan menggenapi doa Yesus dalam (Yohanes 17), yaitu bahwa kita semua akan menjadi satu sama seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Inilah kualitas persatuan yang diinginkan oleh Yesus. Inilah maksud Allah yang abadi! Tuhan mau supaya kita hidup di dalam persekutuan Jemaat Dasar sama seperti komsel asli di dalam kekekalan di mana Allah – Bapa, Firman dan Roh Kudus hidup dalam hubungan kasih, keintiman, di mana keseluruhan kekudusan dan kuasa-Nya dinyatakan.

Praktek
Hari ini dalam ibadah, lihat kelilingmu pada anggota-anggota jemaat yang lain, lalu pilih satu orang yang Anda kurang kenal. Setelah ibadah perkenalkan diri dan ceritakan Anda mentaati renungan pagi, dan mau mendoakannya. Ceritakan apa yang Anda dapat dari renungan.

2013-12-17T04:09:12+07:00