//12/02/14 – Ibadah dan pendampingan

12/02/14 – Ibadah dan pendampingan

Rabu, 12/02/2014

IBADAH DAN PENDAMPINGAN

Bacaan Firman
Bacalah Kisah Para Rasul 11:22-26 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Setelah Tuhan melawat Antiokhia, apa yang dilakukan oleh Jemaat di Yerusalem? (ayat 22). Siapakah Barnabas dan apakah yang dilakukannya? (ayat 23-24).
2. Selanjutnya, hal apakah yang dilakukan oleh Barnabas? (ayat 25-26).

Setelah Antiokhia mengalami lawatan Tuhan yang hebat sehingga banyak jiwa dimenangkan, jemaat di Yerusalem mengutus Barnabas ke sana. Barnabas adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Nama Barnabas berasal dari kata Aram yang berarti “anak penghiburan.” Kata penghiburan mengingatkan kita pada gelar Roh Kudus sebagai “Penghibur.” Dalam bahasa Yunani, kata “penghibur” (parakletos) memiliki arti “pendamping”. Jadi, jikalau hidup kita seperti Barnabas yang dipenuhi dengan Roh Kudus (Roh Pendamping), maka kita juga akan memiliki sifat-sifat seperti Barnabas yang suka mendampingi orang lain. Orang yang penuh dengan Roh Kudus adalah orang yang bergaya hidup ibadah. Orang yang penuh Roh Kudus adalah ia yang terus-menerus menyerahkan hidupnya pada Allah, sehingga Roh Kudus bisa mengambil alih hidupnya secara total. Roh Kudus memanifestasikan sifat pendampingnya, seperti Barnabas, yang suka mendampingi (memuridkan) orang lain.

Sudahkah Anda memiliki gaya hidup seperti Barnabas? Salah satu contoh adalah kesaksian berikut ini. “Dalam memuridkan anak-anak muda, saya seringkali mau menyerah dan berhenti. Alasannya, karena beberapa orang muda yang saya muridkan adalah orang-orang yang sulit sekali untuk mengalami perubahan hidup. Mereka terkesan tidak haus karena masih memiliki masalah yang sangat rumit. Namun, setiap kali saya ingin menyerah, maka saya teringat dengan sifat Barnabas yang adalah sifat Roh Kudus (pendamping/penghibur), yang tidak pernah menyerah. Ketika saya beribadah, saya teringat akan sifat Roh Kudus yang setia mendampingi kita, orang-orang berdosa yang keras hati. Saya terharu dan tersentuh oleh sifat Roh Kudus yang begitu setia dan sabar, seperti yang diekspresikan dalam buah Roh, yaitu kesetiaan dan kesabaran (Galatia 5:22-23).”

Abe Huber menceritakan pengalaman yang dialami ketika ia mengerti sifat Roh Kudus yang ada pada Barnabas. Ia mempraktekkan sifat itu dalam pemuridan one on one di gereja lokal mereka di Santarem, Brazil. Saat Abe Huber mempraktekkan faktor Barnabas ini, ia berhasil memuridkan orang-orang yang kacau / rusak, sehingga mereka bertumbuh menjadi dewasa, bahkan menjadi pemimpin-pemimpin utama di gereja lokalnya. Jemaat lokal di Santarem yang mempraktekkan faktor Barnabas di komsel dan pemuridan one on one selama kira-kira 15 tahun, maka mereka bertumbuh dari 4.000 menjadi 80.000 anggota jemaat. Kini mereka memiliki 8.000 komsel dan 30.000 kelompok pemuridan one on one.”

Praktek
1. Praktekkanlah ibadah dalam mempraktekkan pemuridan (pendampingan).
2. Menanam firman di hati: Kisah Para Rasul 11:24

2014-01-21T03:54:27+07:00