//12/09/13 – Menjadi Imam bagi keluarga

12/09/13 – Menjadi Imam bagi keluarga

Kamis, 12 September 2013

MENJADI IMAM BAGI KELUARGA

Bacaan Firman
Bacalah Ayub 1:1-5 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Bagaimana karakter pribadi Ayub (ayat 1)?

2. Apa yang dilakukan oleh Ayub bagi anak-anaknya (ayat 5)?

Ayub terkenal sebagai seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah serta menjauhi kejahatan. Ayub adalah seseorang yang dikaruniai oleh Allah dengan kekayaan yang berlimpah. Bahkan, Ayub bukan hanya mengalami berkat jasmani saja, tetapi juga ia memiliki kerohanian yang luar biasa, yang membentuk karakter yang teguh di dalam dirinya. Ayub tidak terlena dengan apa yang dimiliki, tetapi ia mengambil tanggung jawab sebagai seorang ayah yang berperan sebagai imam bagi anak-anaknya. Setiap kali setelah anak-anaknya selesai mengadakan pesta, Ayub selalu memanggil mereka dan menguduskan mereka bagi Tuhan. Setiap pagi, Ayub selalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah anak-anaknya agar Tuhan menguduskan dan mengampuni dosa-dosa mereka. Alkitab mencatat, “Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” Banyak dari antara kita yang merindukan figur ayah seperti Ayub. Anak-anak dalam keluarga juga merindukan peran ayah seperti Ayub. Sebenarnya bukan hanya kita, tetapi Tuhan juga merindukan figur ayah dalam sebuah keluarga yang mengambil tanggung jawab menjadi imam bagi anak-anak dengan mendoakan dan mendidik mereka dalam jalan-jalan Tuhan. Kata Salomo, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu,” (Amsal 22:6). Jadi, kita sebagai orang percaya harus mengambil tanggung jawab sebagai imam bagi keluarga kita, agar rencana Tuhan tergenapi dalam keluarga kita.

Praktek
Seberapa seringkah Anda berdoa dan mengambil tanggung jawab sebagai imam untuk keselamatan keluarga Anda? Buatlah komitmen untuk melakukannya mulai dari sekarang.

2019-09-25T00:19:16+07:00