//12/12/13 – Berdoa dengan tenang

12/12/13 – Berdoa dengan tenang

Kamis, 12 Desember 2013

BERDOA DENGAN TENANG

Bacaan Firman
Bacalah 1 Petrus 4:7-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Karena kesudahan segalanya sudah dekat, apa nasihat Petrus? (ayat 7). Hal apa yang paling utama, yang harus kita praktekkan? (ayat 8).
2. Apakah wujud nyata dari praktek saling mengasihi di dalam rumah Tuhan? (ayat 9-11).

Karena kesudahan segala sesuatu sudah dekat, maka Petrus menasihati kita agar menguasai diri dan menjadi tenang, supaya dapat berdoa. Ternyata, kunci untuk berdoa adalah menjadi tenang. Memang ilmu pengetahuan tentang otak menjelaskan bahwa otak, terutama pikiran bawah sadar kita lebih terbuka bila ada dalam suasana yang tenang. Semakin tenang dan rileks, maka pikiran bawah sadar kita makin terbuka kepada sentuhan-sentuhan alam roh. Doa berada di dalam dimensi alam roh. Itulah sebabnya, melalui doa penyerahan, kita membiarkan Roh Kudus menyentuh semua unsur hidup yang ada dalam tubuh kita. Akibatnya, kita hidup (berjalan) menurut Roh. Orang yang hidup menurut Roh, akan memikirkan pikiran-pikiran Roh dan memiliki keinginan-keinginan Roh. Keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera (Roma 8:5-6). Damai sejahtera atau shalom dalam Alkitab mempunyai arti: damai dengan Allah, diri sendiri, sesama, dan alam sekitarnya. Kata lain dari shalom adalah berintegrasi atau bersatu. Jadi, doa dalam suasana tenang akan menghasilkan kedamaian (shalom). Shalom adalah kuasa yang mengintegrasikan seluruh bagian-bagian hidup kita: roh, jiwa, akal budi, tubuh, serta hubungan sosial kita. Shalom juga mengintegrasikan seluruh otak kita: kiri, kanan, pikiran sadar, pikiran bawah sadar, sehingga kita menghasilkan buah Roh. Tetapi, mengapa nasihat untuk menguasai diri dan menjadi tenang ditujukan kepada kita yang hidup di akhir zaman? Karena kita hidup di era informasi (globalisasi) yang sangat sibuk, sulit berkonsentrasi, dan menghadapi banjirnya informasi. Karena itu, tanpa berlatih untuk menguasai diri dan menjadi tenang (misalnya: tidak menyentuh gadget sebelum bersaat teduh pagi), kita pasti gagal berdoa.

Praktek
1. Tingkatkanlah kualitas dan kuantitas ibadah mempersembahkan tubuh, seperti yang telah diajarkan sebelumnya.
2. Renungkan berulang-ulang Roma 8:5-6. Doakan agar ayat ini terjadi di dalam hidup Anda.

2013-11-23T03:07:52+07:00