//13/06/2022 – Menyampaikan Suara Tuhan

13/06/2022 – Menyampaikan Suara Tuhan

Senin, 13/6/2022

Bacaan harian setahun: Mazmur 12-14; Kisah Para Rasul 28; Roma 1

Menyampaikan Suara Tuhan

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Yohanes 11:45-53

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

  1. Sebagai imam besar, apa perkataan nubuat yang diucapkan Imam Kayafas? (ay. 49-50)
  2. Apa maksudnya menyampaikan suara Tuhan? (ay. 51-52)

 

Renungan:

Banyak imam asal melayani sesuai pemikirannya sendiri, tanpa menyampaikan rencana atau kehendak Tuhan. Tetapi, mereka bersepakat untuk memberontak kepada Tuhan. Seharusnya, seorang imam mengerti rencana Allah dan bukan mencari selamat atau nyaman sendiri. Lihatlah kesepakatan yang terjadi di kisah yang kita baca, saat imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama, “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” Betapa gelapnya hati mereka sampai tidak memikirkan kehendak Allah, tetapi justru mengutamakan keinginan mereka sendiri. Syukurlah, Kayafas, imam besar saat itu, berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” Seharusnya seorang imam dapat memahami kehendak Tuhan seperti imam besar ini, sehingga bisa mengeluarkan perkataan nubuat menurut kehendak Tuhan. “Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu dia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.” Sebagai imam Tuhan, perkataan yang kita ucapkan seharusnya sesuai kehendak Tuhan.

2022-05-24T11:23:20+07:00