//13/01/14 – Apakah kita siap membayar harganya

13/01/14 – Apakah kita siap membayar harganya

Senin, 13 Januari 2014

APAKAH KITA SIAP MEMBAYAR HARGANYA?

Bacaan Firman
Bacalah Matius 13:34-36; Matius 19:21-22; Markus 8:34-38; Filipi 3:10-12 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa hadiah yang Anda inginkan?
2. Apakah Anda siap membayar harga untuk memperolehnya?

Apa yang harus kita lakukan? Harga apa yang harus kita bayar untuk mencapai tujuan mulia ini? Harganya bukan sekedar uang, tetapi bila kita mau menjadi seperti yang diinginkan oleh Tuhan, maka kita harus bersedia membayar harga dan memikul salib? Dalam Efesus 1:9-11, kita membaca penjelasan tentang maksud abadi Allah yang ada dari awal sampai kesudahannya. Pada mulanya Allah ada di dalam persekutuan yang kecil dan intim, yaitu Bapa, Firman dan Roh Kudus. Sekarang Dia mau membangun hubungan intim dengan manusia. Jemaat dasar adalah sarana persekutuan untuk kita mengalami Kristus bersama dan belajar bagaimana Roh Kudus dapat mengerami kita supaya Kristus bertumbuh di dalam kita dan kita menuju hari penetasan, hari kenyataan anak-anak Allah (Roma 8:18-23). Masa kini adalah kebiasaan di mana-mana untuk berkumpul dalam kelompok besar pada hari minggu dalam ibadah yang satu arah, duduk teatrikal dan tidak ada kesempatan untuk persekutuan atau saling melayani. Apakah dengan cara itu kita dapat mencapai maksud abadi Allah? Ataukah lebih utama kita juga memerlukan pertemuan-pertemuan lebih kecil dan lebih intim di mana kita saling melayani dan membuka kesempatan bagi pelayanan semua karunia Roh Kudus? Iblis telah dan sedang berusaha agar maksud Allah tidak terjadi. Dia tidak mau kita menjadi serupa dengan Yesus, karena dia tahu kalau kita sudah mencapai apa yang direncanakan Tuhan, maka dia akan dihancurkan di bawah kaki kita (Roma16:20). Maksud abadi Allah akan tercapai – itu pasti! Maksud abadi Allah akan dicapai dengan kita atau tanpa kita. Jika kita mau terlibat untuk dapat menggenapinya, maka itulah pilihan kita. Kita harus memilih arah mana yang ingin kita jalani? Kantong kulit lama tidak sanggup menggenapi maksud abadi Allah. Kita memerlukan kantong kulit baru, supaya kita dapat menerima air anggur baru. Kita harus siap membayar harganya, jika kita mau menjadi sama seperti Yesus.

Praktek
Tuliskan beberapa hal penting:
1. Apa yang Anda inginkan sebagai seorang Kristen yang Anda percayai itu adalah kehendak Allah.
2. Apa halangannya bila Anda ingin memperolehnya?
3. Apakah Anda bersedia berubah untuk mencapai keinginan itu dan mengatasi halangan-halangan yang Anda hadapi? Jadikan ini pokok doa Anda sepanjang hari ini.

2013-12-17T04:15:36+07:00