//13/01/17 – Kepahitan di hati

13/01/17 – Kepahitan di hati

Jumat, 13/01/2017

KEPAHITAN DI HATI

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Matius 5:38-42

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Firman apakah yang telah didengar oleh murid-murid Kristus? (ay. 38).

2. Tetapi, apa kata Yesus tentang Firman yang mereka dengar itu? (ay. 39-42)

3. Jadi, bagaimanakah caranya mengatasi dosa kepahitan di hati?

 

PENGAJARAN:

Firman yang diungkapkan oleh Yesus disini adalah Firman yang seharusnya hanya dipergunakan di pengadilan orang Israel (Kel. 21:24). Tentu sebagai “hakim”, seseorang harus mengadili secara adil, “mata ganti mata, gigi ganti gigi”. Namun, ayat ini telah disalahgunakan oleh orang Yahudi untuk membenarkan diri dalam melakukan tindakan BALAS DENDAM. Disini kita melihat bahwa Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya respons seorang anggota Kerajaan Allah dalam menghadapi aniaya dan perlakuan yang tidak adil dalam hidup ini.

Suatu hari, seorang karyawan bercerita tentang bagaimana ia sering kalidiperlakukan dengan kasar dan semena-mena oleh atasan wanitanya. Ia terluka dan tidak kuat menahan lagiperlakuan yang demikian. Pada suatu saat, karena sudah tidak kuat lagi terhadap perlakuan ini, ia berkonsultasi dengan gembala sidangnya. Setelahmenceritakan semua dengan emosi, sambil menangis ia berkata, “Apayang harus aku lakukan? Aku tidak kuat lagi dan mau pindah kerja saja.” Sang gembala bertanya, “Waktu ibu mau masuk kerja, apakah ibu berdoa dahulu?” Karyawan tersebut membalas, “Ya, saya telah berdoa sungguh-sungguh.”

Sang gembala menjawab, “Jika ibu berdoa sungguh-sungguh dan Tuhan menjawab doa ibu,mengapa sekarang ketika terjadi persoalan di kantor, ibu berpikir mau pindah?” Dengan sedih ia membalas, “Pak, saya sudah bertahan dengan tidak membalas, apalagi yang harus saya lakukan?” Gembala menepuk pundaknya dan berkata, “Bu,saya mengerti bahwa ibu sudah berusaha memberi respons bagaimana seharusnya manusia berespon, namun maaf respons ibu belumlah disebut sebagai respons seorang Kristen.”

Seperti disambar petir,si ibu berteriak, “Apa? Apakah respons saya belum cukup sebagai respons seorang Kristen? Bukankah hal itu lebih baik karena saya tidak membalas dan menyakiti dia?”Dengan sabar si gembala menjelaskan apa respons yang seharusnya diberikan olehseorang Kristen sesuai dengan Matius 5:39-42. Tuhan menggerakkan wanita itu untuk melakukan tindakan kasih setiap hari terhadap atasannya. Ia sering memberikan buah pisang kepada atasannya. Suatu hari setelah menerima pisang, tiba-tiba atasannya kembali ke ruang kerja dari wanita ini sambil menangis.Ia berkata, “Mengapa saya sering kali bertindak kasar dan judes, tetapi kamu begitu baik kepada saya?” Sejak itu, atasannya tersentuh dan akhirnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Alhasil, perilakunya pun berubah.

 

M3 – Mendengar dan melakukan firman Kristus

M4 – Membagikan firman Kristus

2019-10-17T12:25:31+07:00