//13/02/14 – Ibadah dalam pemuridan

13/02/14 – Ibadah dalam pemuridan

Kamis, 13/02/2014

IBADAH DALAM PEMURIDAN

Bacaan Firman
Bacalah 2 Timotius 2:1-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa nasihat Paulus pada Timotius, anak rohaninya? (ayat 1). Apa arahan selanjutnya bagi Timotius? (ayat 2).
2. Disiplin-disiplin rohani apakah yang harus dipraktekkan oleh seorang murid Kristus? (ayat 3-6).

 

Pemuridan adalah tindakan untuk mengikuti Kristus dan menjadi pemagangNya. Itu adalah teladan yang telah ditunjukkan oleh Paulus kepada Timotius, anak rohaninya. Sebelum Paulus mengakhiri perjalanan hidupnya, ia menasihati Timotius untuk meneruskan apa yang telah dipelajarinya dari Paulus kepada orang-orang yang cakap mengajar orang lain. Nah, agar Timotius bisa melakukan pemuridan, Paulus menasehatinya agar ia menjadi kuat oleh kasih karunia.

Kasih karunia adalah kekuatan dan kemampuan dari Allah yang diberikan pada kita secara cuma-cuma, agar kita sebagai murid-murid Kristus mampu taat kepadaNya. Lalu, bagaimana cara memperoleh kasih karunia Allah? Walau kasih karunia bersifat cuma-cuma (gratis), namun diperlukan tindakan tertentu sebagai sarana untuk “mengalirkan” kasih karunia tersebut kepada hidup kita. Sarana ini disebut sebagai ibadah. Ibadah adalah tindakan mempraktekkan disiplin-disiplin rohani untuk mencari pemerintahan dan kebenaran Allah di dalam hidup kita.

Ketika kita membiarkan diri kita diperintah Kristus dan kebenaranNya, maka kasih karunia Allah mengalir ke dalam hidup kita. Ada jemaat yang bersaksi bahwa setelah ia mempraktekkan disiplin-disiplin rohani (ibadah) yang telah dipelajari, maka ia bisa merasakan adanya kekuatan dan kemampuan untuk mentaati Tuhan. Jadi, disiplin rohani adalah sarana kasih karunia. Apapun yang tadinya tidak mampu ia lakukan dengan usahanya sendiri, sekarang bisa dilakukan dengan kekuatan dan kemampuan dari Tuhan. Pengalaman yang diceritakan oleh jemaat tersebut sesuai dengan prinsip di atas, bahwa disiplin-disiplin rohani adalah sarana-sarana kasih karunia.

Praktek
1. Mari kita tekun mempraktekkan ibadah (disiplin rohani) sebagai sarana kasih karunia.
2. Menanam firman di hati: 2 Timotius 2:1

2014-01-21T03:55:43+07:00