//13/05/2012 Menjaga Stamina Rohani

13/05/2012 Menjaga Stamina Rohani

Minggu, 13/05/2012

MENJAGA STAMINA ROHANI

Bacaan Firman :
Bacalah Kolose 4:2-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan renungan:
1. Apa anjuran Paulus kepada orang-orang Kristen?(ayat 2-3).
2. Apa nasihat Paulus bagi kita? (ayat 5).

Jika kita mencermati dengan seksama dalam setiap pesan terakhir dari surat-surat Paulus,  maka kita akan menemukan bahwa ia selalu mengakhiri nasihatnya dengan penekanan kepada konsistensi untuk menjaga kondisi rohani jemaat agar mereka tetap sehat. Perhatikan kalimat ini, “Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Seorang atlet profesinal akan selalu menjaga staminanya agar selalu prima. Dengan demikian, ia akan selalu siap sedia untuk bertanding dalam pertandingan, sehingga ia memperoleh hadiah. Banyak atlet yang kehilangan gelar juaranya karena kehabisan tenaga atau stamina menurun tajam. Seorang pemain sepak bola profesinal tidak akan diturunkan untuk bertanding jika staminanya tidak bagus. Jikalau terpaksa pelatih menurunkan dia, maka ia hanya akan bertanding dalam waktu singkat saja. Sebagai tentara Allah, kita harus menjaga stamina rohani kita agar tidak mengalami kedodoran sehabis pelayanan. Ketika kita berada dalam pertempuran rohani, maka orang yang memiliki stamina rohani yang baiklah yang akan tetap bertahan dalam peperangan. Karena kita berada dalam pertandingan iman, maka kita tidak boleh lengah sedikitpun. Kita seringkali mengalami banyak kegagalan karena kita tidak memiliki disiplin rohani yang baik. Misalnya: kita tidak bertekun dalam doa, atau tidak suka bersyukur dengan apa yang ada, bahkan kita tidak rajin memberitakan Injil. Yang terjadi pada kita justru kata-kata sia-sia yang terlontar keluar dari mulut kita. Mari, bangkit dan isi kembali stamina rohani Anda dengan disiplin rohani yang baik sebagai murid Kristus.

Praktek :

Bagaimana stamina rohani Anda akhir-akhir ini? Apakah Anda masih melakukan disiplin rohani? Bagikan komitmen Anda hari ini setelah merenungkan Firman Tuhan.

 

2019-10-10T18:03:57+00:00