//13/09/13 – Status sebagai imam

13/09/13 – Status sebagai imam

Jumat, 13 September 2013

STATUS SEBAGAI IMAM

Bacaan Firman
Bacalah Mazmur 16:1-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Mengapa kita harus selalu bersyukur dan bersukacita (ayat 11)?
2. Selain berbangga sebagai imam, hal apa lagi yang jadi puncak sukacita kita (ayat 3)?

Kehidupan orang Kristen seharusnya adalah hidup yang penuh sukacita. Kekristenan tidak dimaksudkan untuk membuat seseorang berdukacita. Mengapa? Karena, pelayanan Yesus adalah pelayanan sukacita. Yesus berkata, “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan,” (Matius 11:28-30). Di sini kita melihat bahwa Tuhan Yesus menjanjikan kelegaan, kesembuhan dan ketenangan jiwa sehingga kita bersukacita. Raja Daud yang hidup seribu tahun sebelum Yesus melukiskan sukacitanya dalam Tuhan, ”Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa,” (ayat 11). Tuhan memberi sukacita yang berlimpah-limpah bagi seseorang yang berhasil melewati berbagai kesulitan yang harus dijalani bersama Tuhan. Bukan hanya itu, kita juga bisa bersukacita bersama umat Allah yang lain. Sebab, Daud berkata, “Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku,” (ayat 3). Kita harus sadar bahwa kita tidak hidup sendirian, tetapi Tuhan menempatkan beberapa orang kudus di sekitar kita untuk menolong kita bersukacita. Ini berarti Tuhan memakai orang-orang kudus yang lain sebagai imam bagi kita untuk hidup dalam suatu komunitas yang utuh. Jika kita menyadari status kita dalam Tuhan, maka kita akan bersyukur kepada Tuhan bersama sang pemazmur, “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!,” (ayat 2). Marilah kita sadar bahwa kita adalah orang-orang pilihan Tuhan yang dipakai untuk maksud mulia bagi Tuhan dan sesama manusia, dan marilah kita bersukacita senantiasa karena status kita itu.

Praktek
Pencerahan apakah yang Anda dapatkan dari Saat teduh hari ini? Bagikanlah pengalaman Anda di komunitas Anda.

2013-08-24T04:07:28+07:00