//13/10/13 – Tuduhan dan malu, perasaan paling mematikan

13/10/13 – Tuduhan dan malu, perasaan paling mematikan

Minggu, 13 Oktober 2013

TUDUHAN DAN MALU, PERASAAN PALING MEMATIKAN

Bacaan Firman
Bacalah 1 Yohanes 3:19-22, 10 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Bagaimanakah caranya kita menenangkan diri kita di hadapan Allah (ayat 19, 10)?
2. Hal apakah yang perlu kita ketahui jika kita tertuduh (ayat 21a)? Apa yang terjadi jika kita mengatasi perasaan tertuduh (ayat 21b-22)?

Tanda bahwa kita berasal dari kebenaran adalah kita melakukan kebenaran dan mengasihi (1 Yohanes 3:10). Namun, dalam Roma 7:15-17, kita mau mengasihi dan melakukan kebenaran, tetapi karena masih ada dosa di alam bawah sadar kita, maka kita tidak mencapai standar kebenaran Allah. Hal itulah yang membuat kita tertuduh. Tetapi, Yohanes menulis kabar baik bagi kita bahwa Allah lebih besar dari hati kita, serta mengetahui segala sesuatu. Artinya, Allah mengetahui kondisi hati kita yang terdalam, bahwa di alam bawah sadar kita masih tersimpan dosa. Kita berbuat dosa bukan karena kita mau, tetapi karena dorongan alam bawah sadar kita yang menjatuhkan kita dalam dosa. Kita tidak boleh hidup dalam rasa penuduhan terus-menerus. Mengapa? Karena, hal pertama adalah kita tidak berani menghampiri hadirat Allah sebab orang yang tertuduh doanya tidak berkuasa (1 Yohanes 3:21-22). Kedua, menurut ilmu jiwa dan ilmu otak, justru semakin kita tertuduh dan malu, semakin kita tidak mampu terlepas dari dosa yang menyebabkan kita malu dan tertuduh. Dr. Curt Thompson menulis bahwa ketika kita merasa malu, kita merasakan perasaan terasing yang sangat memilukan. Kita bukan hanya merasa diasingkan dari orang lain, tetapi juga terputus hubungannya dengan diri sendiri. Hal itu membuat fungsi otak kiri dan kanan kita menjadi disintegrasi. Putusnya hubungan kita dengan diri sendiri akan menyebabkan hubungan kita dengan orang lain terputus. Hal ini menjadi kekuatan yang merusak ditengah-tengah keluarga, gereja, sekolah, lingkungan, ataupun bangsa. Oleh karena itu, marilah kita hidup dalam hati nurani yang bersih dari rasa tuduhan, karena darah Yesus telah menyucikan hidup kita.

Praktek
Renungkanlah terus-menerus Roma 8:1; 1 Yohanes 3:19-20 sampai Anda mengalami kasih dan perkenanan Bapa. Singkirkanlah rasa tertuduh dan malu Anda.

2013-09-26T02:58:53+07:00