14/04/19

Minggu, 14/4/2019

  • Bacaan: 1 Raja-Raja 19-21; Wahyu 19-20
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL: 1 Raja-Raja 19:9-18

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini di hadirat Tuhan!
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi). Pelajari dan catatlah hal-hal yang didapatkan dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah hasil perenungan pribadi Anda hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4 yang akan Anda lakukan.

 

Renungan:

Elia adalah nabi terkenal, tetapi ia juga adalah manusia biasa sehingga takut dan ia melarikan diri dari ancaman Izebel yang mau membunuhnya. Apakah Tuhan menolak Elia karena takut? Tidak. Tuhan cuma bertanya, “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Ia menjawab dengan hati yang polos, “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.” Dua kali Tuhan bertanya dan dua kali Elia menjawab yang sama. Apakah Tuhan marah? Tidak. Tuhan hanya memulihkan kerohaniannya dan memberinya tugas lain, “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.” Tuhan memberikan jaminan kepada Elia, “Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.” Jika kita merasa gagal, jangan takut, karena Tuhan mempunyai rencana lain yang indah atas hidup kita.

2019-10-12T09:38:46+07:00