//14/09/2021 – Buah yang Melipatgandakan Dirinya

14/09/2021 – Buah yang Melipatgandakan Dirinya

Selasa, 14/9/2021

Bacaan harian setahun: Yesaya 33-34; Markus 15-16

Buah yang Melipatgandakan Dirinya

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Kisah Para Rasul 9:18b-25

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

  1. Apa yang terjadi dengan Paulus setelah dia penuh dengan Roh Kudus? (ay.18b-22)
  2. Bagaimanakah cara Tuhan meloloskan Paulus dari para pembunuh? (ay. 23-25)

 

Renungan:

Hidup manusia penuh dengan liku-liku yang tidak diketahui pasti kecuali oleh Tuhan. Raja Salomo menulis, “Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu,” (Ams. 25:2). Tak seorang pun tahu pengaruh hidup dari Paulus kecuali Tuhan, tetapi janji Tuhan lewat Ananias adalah Paulus menjadi alat pilihan di tangan-Nya. Ketika Paulus dipenuhi Roh Kudus, segalanya berubah di dalam kehidupannya. Dia jadi memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Orang-orang heran dan berkata, “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah dia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?” Perhatikan bahwa Paulus berdampak besar dan kiprahnya kini membuat orang-orang Yahudi di Damsyik bingung, karena dia membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias. Paulus sebagai buah pelayanan Ananias kini berlipat ganda dalam dampak dan jiwa-jiwa, seiring dengan kehidupannya yang terus melekat kepada tuntunan Tuhan Yesus. Ini berarti buah bisa melipatgandakan dirinya bila dia melekat kepada pokok anggur yang benar, yaitu Yesus Kristus. Memang, para pembenci berusaha membunuh Paulus, tetapi Tuhan melepaskan dia. Seperti Tuhan memakai Paulus, Dia juga menyiapkan kita untuk dipakai menjadi alat-Nya. Bersiaplah untuk taat dan melangkah, maka Anda akan berlipat ganda pula.

2021-08-26T09:50:05+07:00