//14/01/14 – Imamat rajani atau suku pendeta

14/01/14 – Imamat rajani atau suku pendeta

Selasa, 14 Januari 2014

IMAMAT RAJANI ATAU SUKU PENDETA?

Bacaan Firman
Bacalah Lukas 10:1-2; 10:19-20; Markus 16:15-20 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Dari mana asalnya otoritas dan apakah otoritas itu hanya hak milik ‘pendeta’?
2. Apa otoritas yang diberikan Yesus kepada semua orang percaya?

Salah satu wujud dari kantong kulit yang tua adalah pola pelayanan di mana ada pemisahan antara para pendeta dan sidang jemaat. Ada golongan-golongan gereja di mana para pendeta akan memakai pakaian kependetaan untuk membedakannya dari kaum awam. Pakaian hanya merupakan bentuk luar terhadap suatu doktrin teologia, yang telah menular di dalam gereja Tuhan dalam abad kedua, tetapi disistemkan pada abad keempat dalam sejarah gereja. Doktrin itu mengajarkan bahwa hanya ada golongan khusus yang sanggup memahami Firman Tuhan dan memiliki otoritas. Yang lain hanya disuruh untuk tunduk kepada otoritas gereja. Dengan demikian, maka Iblis telah berhasil menghancurkan otoritas imamat rajani. Untuk mempertahankan otoritas “gereja” dengan kaum pendetanya, kaum awam dilarang memiliki atau membaca Alkitab. Hak khusus untuk itu hanya dimiliki oleh kaum pendeta. Dikatakan bahwa ini adalah tindakan untuk melindungi gereja dari doktrin-doktrin yang sesat. Namun tindakan ini juga telah menjadi alat kontrol selama berabad-abad dalam zaman pertengahan sejarah gereja. Kelanjutan sistem “suku pendeta” itu telah menjadi dasar otoritas sistem-sistem gereja sampai masa kini. Sistem itu justru berlawanan dengan Firman Tuhan, Maksud Abadi Allah, Imamat Rajani dan pelayanan Tubuh Kristus. Oleh karena itu, gereja menjadi kantong kulit tua yang tidak mampu menerima air anggur baru. Kita perlu sadar bahwa otoritas untuk melayani sebagai pelayan Tuhan diberikan kepada setiap orang percaya. Semua adalah imam dan raja. Semua adalah bagian penting sebagai anggota Tubuh Kristus. Otoritasnya datang langsung dari Yesus yang berkata bahwa, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu,” (Lukas 10:19).

Praktek
Otoritas hanya berguna bila digunakan. Jadi, hari ini, temukan situasi bagi Anda untuk bisa menggunakan otoritas yang diberikan oleh Yesus. Apakah Anda kenal seorang yang sedang sakit? Kunjungi dan doakan dia dengan menumpangkan tangan di atasnya dalam nama Yesus, percaya bahwa orang itu akan sembuh. Jika bukan orang sakit, maka temukan sesuatu yang memerlukan otoritas Tuhan dan menggunakannya. Jangan sembunyikan otoritas, karena adalah pemberian Yesus kepadamu.

2019-10-10T17:53:32+07:00