//14/01/17 – Kasih manusia yang timbal balik

14/01/17 – Kasih manusia yang timbal balik

Sabtu, 14/01/2017

KASIH MANUSIA YANG TIMBAL BALIK

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Matius 5:43-48

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Firman apa lagi yang didengar oleh murid-murid Kristus? (ay. 43)

2. Menurut Yesus, bagaimanakah seharusnya kita mengasihi? (ay. 44)

3. Apa artinya kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita (kasih yang timbal balik) (ay. 46-47)? Mengapa kita dapat mengasihi lebih dari standar kasih manusia yang timbal balik? (ay. 45)? Siapakah teladan yang harus kita contoh (ay. 48)?

 

PENGAJARAN:

Disini kita kembali melihat bahwa orang Farisi dan ahli Taurat suka memotong dan menyambung firman Tuhan sesukanya untuk membenarkan diri. “Kasihi sesamamu” adalah penggalan Firman yang seolah disambung dengan penggalan “bencilah musuhmu” untuk mencari pembenaran bagi kebencian yang ada di hati mereka.Namun, di sini Yesus mengajarkan apa arti kasih yang sejati. Ternyata kasih timbal balik yang sering kita praktikkan bukanlah kasih Allah,tetapi hanya kasih manusia yang dipraktikkan,bahkan oleh orang berdosa.

Untuk mempraktikkan kasih semacam itu, tidak diperlukan kasih karunia. Kasih semacam ini adalah kasih manusia yang bersyarat dan berekspektasi. “Bila kamu memenuhi standar ini,aku mengasihi kamu”. Kasih yang berekspektasi menimbulkan rasa takut jika kita tidak memenuhi ekspektasi tersebut.Di dalam kasih Allah tidak ada ketakutan. Sebab kasih Allah adalah kasih yang tidak bersyarat, tidak berekspektasi, kasih yang searah, kasih yang tidak timbal balik. Dapatkah Anda mempraktikkan kasih yang demikian? Ya, kita dapat mempraktikkanya karena kita adalah anak-anak Bapa di surga. Di dalam diri kita ada benih kasih yang sempurna (baca juga: 1 Yoh. 4:7-21).

 

M3 – Mendengar dan melakukan firman Kristus

M4 – Membagikan firman Kristus

2019-10-17T12:25:26+07:00