//15/08/12 – Respek kepada Pemimpin Rohani

15/08/12 – Respek kepada Pemimpin Rohani

Rabu, 15/08/2012

RESPEK KEPADA PEMIMPIN ROHANI

Bacaan Firman :
Bacalah Bilangan 12:1-16 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Bagaimana seharusnya sikap kita kepada pemimpin rohani?
2. Apa akibatnya jika kita melawan pemimpin rohani meski ia melakukan kesalahan?

Tuhan menuntut sikap respek kita yang benar kepada pemimpin rohani. Sangat berbahaya jika kita memiliki sikap yang tidak respek kepada mereka. Hal ini terjadi di dalam Perjanjian Lama. “Suatu kali Musa telah mengambil seorang wanita Kus menjadi istrinya, dan hal itu dijadikan alasan oleh Miryam dan Harun untuk mencela Musa. Kata mereka, ‘Apakah melalui Musa saja TUHAN berbicara? Bukankah melalui kita juga Ia berbicara?’ TUHAN mendengar apa yang mereka katakan. Musa adalah orang yang sangat rendah hati, melebihi semua orang yang hidup di bumi ini. Tiba-tiba TUHAN berkata kepada Musa, Harun dan Miryam, ‘Kamu bertiga pergilah ke Kemah-Ku.’ Lalu mereka pergi ke situ dan TUHAN turun dalam tiang awan. TUHAN berdiri di pintu Kemah-Nya dan memanggil Harun serta Miryam. Kedua orang itu maju, dan TUHAN berkata, ‘Dengarlah kata-kata-Ku ini! Jika di antara kamu ada seorang nabi, Aku menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan dan berbicara dengan dia dalam mimpi. Tetapi tidak begitu dengan hamba-Ku Musa. Dialah orang yang setia di antara umat-Ku. Dan Aku berbicara dengan dia berhadapan muka, secara jelas dan tidak dengan teka-teki. Bahkan rupa-Ku pun sudah dilihatnya! Mengapa kamu berani melawan Musa, hamba-Ku itu?’ TUHAN marah sekali kepada mereka berdua, dan Ia pergi. Ketika awan itu meninggalkan Kemah TUHAN, tampaklah Miryam kena penyakit kulit yang berbahaya; kulitnya putih seperti kapas,”(ayat 1-10. terjemahan IBIS). Akibat tidak respeknya Miryam dan Harun kepada pemimpin rohani mereka, maka Miryam sakit kusta. Untunglah mereka segera sadar dan meminta Musa untuk berdoa, sehingga Miryam disembuhkan kembali. Lalu, kata Tuhan, “Andaikata mukanya diludahi ayahnya, bukankah selama tujuh hari ia harus menanggung malu? Singkirkanlah dia dari perkemahan selama tujuh hari, dan sesudah itu ia boleh masuk kembali,” (ayat 14, IBIS). Jadi, janganlah sekali-kali kita tidak menghargai pemimpin kita, karena hal itu tidak akan membawa keuntungan bagi kita.

Praktek
Bagaimana sikap Anda kepada pemimpin? Apakah Anda sudah memiliki sikap yang benar? Tuliskan komitmen yang ingin Anda lakukan setelah membaca Firman Tuhan hari ini.

2012-07-25T08:18:40+00:00