//15/09/13 – Nyanyian kemenangan para imam

15/09/13 – Nyanyian kemenangan para imam

Minggu, 15 September 2013

NYANYIAN KEMENANGAN PARA IMAM

Bacaan Firman
Bacalah Mazmur 44:7-9 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang mendasari nyanyian kemenangan kita (ayat 7-8)?
2. Mengapa Tuhan rindu agar kita merayakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita (ayat 9)?

Ketika kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam hidup kita, benih Kristus tertanam di dalam hidup kita. Benih Allah adalah benih kehidupan dan kemenangan. Kristus telah menang atas maut dan kuasa dosa, sehingga benih yang tertanam dalam hidup kita pun pasti benih kemenangan. Paulus menulis, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita,” (Roma 8:37). Karena dasar kemenangan kita adalah Kristus, maka seharusnya kita sebagai imam Allah harus merayakan kemenangan kita setiap hari dengan nyanyian kemenangan. Nyanyian kita bukanlah nyanyian dukacita, tetapi kemenangan yang gilang gemilang, yang dilakukan dengan sukacita yang meluap-luap. Pemazmur meluapkan rasa sukacita kemenangan dengan pujian, “Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangku pun tidak memberi aku kemenangan, tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu,” (ayat 7-8). Jadi, kita sebagai imam harus menyanyikan nyanyian kemenangan yang bersumber dari Tuhan. Dia terus berkarya dalam hidup kita. Bahkan, sang pemazmur seakan-akan belum puas untuk memuji Tuhan, “Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya. S e l a,” (ayat 9). Pujian ini mengacu kepada kata ‘hallal,’ yang asal katanya dari kata Halleluya dan memiliki arti terang bercahaya, penuh kegirangan, bermegah di dalam Tuhan. Ini adalah ekpresi kemenangan atau perayaan. Sebagai imam, kita merayakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita setiap hari. Para imam harus mengekspresikannya setiap hari agar orang lain melihatnya dan menjadi percaya kepada Tuhan. Apakah kita menyanyikan nyanyian kemenangan kita sebagai gaya hidup seorang imam Tuhan?

Praktek
Pencerahan apa yang Anda dapatkan dari renungan hari ini? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikan pengalaman Anda di komunitas Anda.

2013-08-24T04:11:46+07:00