//15/10/13 – Dikasihi dan diperkenan Bapa

15/10/13 – Dikasihi dan diperkenan Bapa

Selasa, 15 Oktober 2013

DIKASIHI DAN DIPERKENAN BAPA

Bacaan Firman
Bacalah Yohanes 17:23-24; Lukas 3:22; Yohanes 5:19; 15:9 dengan hati yang berdoa agar bisa menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Seperti apa kasih Bapa kepada kita (Yohanes 17:23)? Bagaimanakah cara Yesus bekerja dan mengasihi kita (Yohanes 5:19; 15:9)?
2. Seperti apakah kasih Bapa kepada Kristus (Yohanes 17:24; Lukas 3:22)?

Rasa tertuduh dan malu hanya bisa hilang jika kita mengetahui bagaimana Allah mengasihi dan berkenan kepada kita. Allah mengasihi kita persis seperti Ia mengasihi Yesus. Inilah kebenaran yang luar biasa. Betapa besarnya kasih Bapa terhadap Kristus, demikian pula Ia lakukan pada kita. Bapa tidak pernah menolak Kristus. Walau saat Yesus memikul dosa kita di kayu salib, Dia tertolak secara manusia, namun Bapa tidak pernah menolak pribadiNya yang satu dengan Bapa. Sebelum memulai pelayanan, Bapa memperdengarkan suaraNya kepada Yesus setelah dibaptis oleh Yohanes, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Pengakuan Bapa ini menjadi dasar bagi semua tingkah laku, ketaatan, pelayanan, dan perbuatan kasihNya. Yesus melayani dan mengasihi, bukan supaya Ia dikasihi, tapi akibat dari kasih dan perkenanan yang diterima dari Bapa. Hal ini yang harus menjadi dasar hidup dan pelayanan kita. Seperti Yesus, kita juga merasa aman, dimiliki dan merasa berharga. Kita tidak perlu takut ditolak dan dibuang oleh Bapa di sorga. Jika kita mendengar suara Bapa, “Nak, engkaulah anakKu yang Aku kasihi, kepadamu Aku berkenan,” akan membuat otak kiri dan otak kanan kita berpadu. Pikiran bawah sadar kita dikeluarkan ke alam sadar untuk disembuhkan oleh kasih Bapa. Ketika kita merasakan kasih dan perkenanan Allah, maka akan mudah kita untuk melayani dan mengasihi (1 Yohanes 4:10-11). Kita akan selalu berada di hadirat Bapa, mendengar suaraNya dan melihat perbuatan-perbuatanNya yang ajaib sehingga kita bisa mengekspresikannya dalam hidup kita sehari-hari. Kristus bukan hanya model, tapi hidup kita. Dia bersatu dengan kita, menjadi hidup kita, agar Bapa mengasihi dan berkenan pada kita.

Praktek
Bacalah Lukas 3:22, renungkanlah dengan otak kiri dan otak kanan (secara holistik). Bayangkan kasih Bapa terhadap Anda adalah sama seperti kasih Bapa terhadap Kristus. Bayangkanlah dalam setiap peristiwa hidup ini, Bapa tidak pernah meninggalkan Anda, karena Anda bersalut dengan Kristus. Nikmatilah suatu hubungan persekutuan yang intim dengan Bapa.

2013-09-26T03:02:41+07:00