//16/02/14 – Ibadah dalam mendidik anak

16/02/14 – Ibadah dalam mendidik anak

Minggu, 16/02/2014

IBADAH DALAM MENDIDIK ANAK

Bacaan Firman
Bacalah Ulangan 5:7-10 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa perintah Tuhan bagi kita? (ayat 7-8). Apakah yang akan terjadi pada orang yang tidak beribadah kepada Tuhan, melainkan beribadah kepada Allah lain? (ayat 9).
2. Apakah yang terjadi dengan orang yang mengasihi Tuhan? (ayat 10).

Apa yang diuraikan dalam firman ini adalah hukum yang berlaku. Manusia diciptakan untuk mengasihi Allah, Penciptanya, bukan untuk menyembah ciptaan. Jika prinsip ini dilanggar, maka akibatnya mengerikan, yaitu kesalahan orang tua (khususnya ayah) akan terulang pada keturunan selanjutnya sampai generasi keempat. Ini yang disebut sebagai “kutuk keturunan.”

Bagaimanakah hal itu dapat terjadi? Apabila seseorang tidak mengasihi Tuhan dan beribadah kepadaNya, maka menurut hasil penelitian, otak manusia yang demikian akan berdisintegrasi. Akibatnya, pikiran-pikiran bawah sadar yang negatif, yang berasal dari luka-luka di masa lalu akan tertanam kuat. Perlakuan-perlakuan kasar yang menyakitkan dari orang tua, khususnya dari ayah akan terekam di memori bawah sadar seorang anak. Para pakar otak mengatakan bahwa rekaman negatif dalam pikiran bawah sadar tersebut akan tersimpan dan menyebabkan anak melakukan hal yang sama kepada keturunan berikutnya di kemudian hari.

Otak manusia mempunyai kemampuan untuk meniru yang baik maupun yang buruk. Ternyata, kita tahu bahwa ilmu pengetahuan meneguhkan kebenaran Alkitab. Banyak sekali kesaksian yang meneguhkan hal ini. Saya telah mendengar begitu banyak kesaksian di pemuridan pria sejati yang meneguhkan prinsip kebenaran ini. Banyak pria yang bersaksi bahwa sebelum mereka dipulihkan, mereka meneruskan kesalahan ayah kepada anak-anaknya. Misalnya: mereka meneruskan hal kawin cerai, pornografi, kekerasan dalam rumah tangga, judi, mabuk serta dosa-dosa yang lainnya. Namun, ketika pria-pria mulai bertobat dan mengasihi Allah serta beribadah kepadaNya, maka terjadi kemerdekaan total dari dosa-dosa tersebut.

Praktek
1. Temukan kesalahan-kesalahan orang tua (khususnya ayah) yang turun kepada Anda, dan yang siap untuk diturunkan kepada keturunan selanjutnya. Hentikan kuasa dosa yang mengikat hidup Anda itu.
2. Menanam firman di hati: Ulangan 5:9-10

2014-01-21T04:00:10+07:00