//16/09/12 – Kesetiaan menghasilkan kepercayaan

16/09/12 – Kesetiaan menghasilkan kepercayaan

Minggu, 16/09/2012

KESETIAAN MENGHASILKAN KEPERCAYAAN

Bacaan Firman :
Bacalah 1 Timotius 1:12-17 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah disyukuri oleh Paulus? (ayat 12).
2. Bagaimana latar belakang kehidupan Paulus? (ayat 13)

Paulus menjalani kehidupan yang sangat brutal sebelum bertemu Yesus di tengah jalan ke Damsyik dan bertobat untuk lahir baru. Ia terkenal sebagai seorang penghujat, penganiaya dan juga seorang yang ganas. Banyak orang Kristen yang mati terbunuh di tangan Paulus. Tapi, Yesus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa termasuk Paulus. Kasih Kristus yang luar biasa itu membawa kembali Paulus dari keadaan berdosa untuk menjadi orang benar. Kemudian Tuhan memakai Paulus dengan luar biasa. Ia menerima kasih karunia Kristus berlimpah-limpah di dalam kehidupannya. Hidupnya berubah 180 derajat. Lalu, Paulus melayani Tuhan dan membayar harga yang mahal seperti yang ditulis dalam 2 Korintus 6:4-10, ”Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.” Ternyata Paulus tidak menoleh ke belakang dengan dosa-dosa masa lalunya, tetapi ia terus menatap kepada panggilan Allah atas hidupnya. Ia menunjukkan kesetiaannya pada Tuhan, sehingga Tuhan pun mempercayakan banyak perkara kepada dirinya. Itulah sebabnya Paulus yang setia itu telah menulis 2/3 dari Kitab Perjanjian Baru yang kita miliki saat ini. Bagaimana dengan Anda saat ini? Dapatkah Anda juga dianggap setia oleh Tuhan untuk mempercayakan banyak hal kepada Anda?

Praktek
Apakah kita telah setia kepada Tuhan sejak lahir baru sampai hari ini? Ceritakan kepada komsel Anda perjalanan kerohanian Anda!

2012-08-23T04:25:49+00:00