//16/11/13 – Menemukan penghalang keintiman

16/11/13 – Menemukan penghalang keintiman

Sabtu, 16 November 2013

MENEMUKAN PENGHALANG KEINTIMAN

Bacaan Firman
Bacalah Mazmur 27:8-10 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang mau diikuti oleh hati Daud? (ayat 8). Apa yang ditakuti Daud tentang hubungan dengan Tuhan? (ayat 9).

2. Apa keyakinan Daud tentang Tuhan? (ayat 10).

Daud sangat rindu untuk mengalami keintiman dengan Tuhan. Ia rindu memandang wajah Tuhan. Ketika ia mencari wajah Tuhan, muncullah perasaan tidak aman, yaitu bahwa Tuhan bisa saja menyembunyikan wajahNya, menolak dia, meningalkan dia, serta membuang dia. Tapi karena Daud mempunyai pengalaman yang indah dengan Tuhan, bahwa Tuhan tidak seperti ayah ibunya. Itulah sebabnya, raja Daud berkata, “Sekalipun ayah dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku,”(ayat 10). Entah hanya sebuah pengandaian atau benar-benar pengalaman hidup yang pernah terjadi padanya, tetapi pengalaman ditinggalkan oleh orang tua dapat mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Pada suatu kali, ada seorang anggota jemaat yang tidak bertumbuh rohaniya karena gangguan emosi. Emosinya mudah naik atau turun tanpa kendali. Ia sangat labil. Bahkan setelah bertahun-tehun mengikuti Tuhan, ia tidak mampu mengucapkan kata “Bapa” di dalam doa-doanya. Ia lebih mudah merasa dekat dengan sosok wanita yang lebih tua dari pada dengan pria yang lebih tua. Akhirnya, ketika ia didengar dengan empati, tiba-tiba ia teringat akan sebuah peristiwa di masa kecil. Saat itu, ia diantar ke sekolah oleh ayahnya. Dalam perjalanan itu, ia hendak membuang sisa buah apel yang dimakan, namun tak sengaja pintu mobilnya terbuka dan ia jatuh bergulingan di jalan raya. Tangan dan kakinya luka-luka, tetapi ayahnya tidak turun dari mobil. Sang ayah hanya memundurkan mobil dan berkata: “Cepat naik ke mobil, goblok!!” Setelah itu, ayahnya hanya mengantarnya pulang dan sedikitpun tidak peduli tentang luka-lukanya. Hanya neneknya yang penuh perhatian dengan membersihkan luka-luka itu. Sejak itu, ia sangat terluka dan tidak percaya kepada pribadi yang disebut “Bapa.” Tetapi, melalui komunitas yang penuh empati, ia disembuhkan dan dipulihkan kembali. Rindukah Anda untuk mengalaminya?

Praktek Firman Tuhan
1. Ceritakan bagaimana hubungan Anda dengan Bapa di surga dan sejauh mana keintiman itu? Mintalah anggota komsel untuk mendengar dengan empati supaya mereka menemukan penyebab ketidakintiman di pikiran bawah sadar Anda. Lakukan pembaharuan pikiran untuk menyingkirkan penyebab-penyebab tersebut.
2. Menanam firman: Renungkan dan perkatakanlah Mazmur 27:10 secara berulang-ulang.

2013-10-23T03:10:42+07:00