//16/12/13 – Kuasa penerobosan

16/12/13 – Kuasa penerobosan

Senin, 16 Desember 2013

KUASA PENEROBOSAN

Bacaan Firman
Bacalah 2 Korintus 10:4-6; 5:18-20 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Renungkan kembali kuasa untuk merubuhkan dan membangun yang diberikan pada orang-orang yang melakukan pekerjaan apostolik (2 Korintus 10:4-6). Apakah yang harus ditawan dan ditaklukkan kepada Kristus? (2 Korintus 10:5).
2. Pelayanan apa yang dipercayakan kepada orang-orang yang diutus Tuhan? (2 Korintus 5:18-20)

Kepada orang-orang yang diutus melakukan pekerjaan kerasulan, yaitu membangun rumah Tuhan, dipercayakan kuasa untuk meruntuhkan benteng-benteng yang dibangun oleh keangkuhan manusia yang menentang pengenalan akan Allah. Jadi, yang kita hadapi adalah pikiran-pikiran (logismos) yang menentang pengenalan akan Allah. Inilah pikiran-pikiran orang-orang yang belum percaya, yang menghalangi mereka untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita percaya bahwa ini juga termasuk pikiran-pikiran dalam diri orang-orang yang telah percaya, tetapi menghalangi mereka untuk mempunyai hubungan yang intim dengan Allah. Pikiran-pikiran ini dalam bahasa Yunani adalah “logismos,” yang berarti: pertimbangan, perhitungan, atau logika. Inilah pikiran-pikiran yang telah lama tertanam di dalam pikiran bawah sadar mereka. Pikiran-pikiran ini sangat dipengaruhi oleh tradisi, pengalaman dan pengajaran di masa lalu. Pikiran-pikiran ini terkesan sangat logis atau masuk akal, karena itu disebut logismos (bersifat logis). Namun, pikiran-pikiran itu adalah pikiran yang dibangun oleh keangkuhan manusia. Benteng-benteng ini memiliki 2 pengaruh yaitu : menghalangi orang-orang untuk mengenal Kristus secara pribadi, serta yang mencegah orang-orang untuk mempercayai dan mentaati kebenaran. Akibatnya adalah adanya ketidaktahuan dan pemberontakan. Ternyata, kepada kita yang diutus telah dipercayakan pelayanan pendamaian. Inilah fungsi imam. Jika kita berfungsi sebagai imam yang mendengar dengan empati dan bersyafaat untuk orang-orang itu, maka kita dapat mendamaikan orang-orang itu kepada Allah.

Praktek
1. Mulailah berfungsi sebagai imam yang mendengar dengan empati, baik kepada orang yang belum percaya maupun kepada mereka yang sudah percaya. Bersyafaatlah untuk orang-orang itu, agar Allah menyingkapkan pikiran-pikiran bawah sadar mereka yang menentang pengenalan akan Allah.
2. Renungkan berulang-ulang 2 Korintus 5:18-19. Doakanlah agar ayat ini terjadi di dalam kehidupan Anda.

2013-11-23T03:13:06+07:00