17/01/19

Kamis, 17/1/2019

  • Bacaan: Kejadian 49-50; Keluaran 1; Lukas 5-7 (Kejadian 50:15-21; Lukas 5:1-11).
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL dan PB: Kejadian 50:15-26; Lukas 5:1-11

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini.
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi renungan ini). Belajarlah dan catatlah hal-hal yang didapat dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah renungan pribadi hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4.

 

Renungan PL:

Inilah pasal terakhir dalam kitab Kejadian. Setelah Yakub meninggal, saudara-saudara Yusuf sangat ketakutan; jangan-jangan setelah kematian Yakub, Yusuf akan membalas dendam. Saudara-saudara Yusuf datang dan sujud untuk menjadi budaknya. Namun, Yusuf sambil menangis mengampuni mereka. Digenapilah mimpi Yusuf sebelumnya bahwa kedua belas berkas saudara-saudaranya mengelilingi berkas Yusuf dan sujud menyembah kepada berkasnya (Kej. 37:7), tetapi Yusuf bukan memanfaatkan keadaan dengan kesombongan. Yusuf mengucapkan kata-kata yang menghibur saudara-saudaranya, “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kej. 50:19-21).

Sebelum Yusuf mati, dia mengingatkan saudara-saudaranya akan perjanjian Allah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; bahwa Allah pasti akan membawa bangsa Israel keluar dan memberikan negeri perjanjian kepada mereka.

 

Renungan PB:

Perikop ini menceritakan secara detail proses Simon, Yakobus, dan Yohanes dipanggil untuk mengikut Yesus. Inilah salah satu pelajaran pemuridan yang sangat penting dan mendasar. Di sinilah kita dapat melihat proses dan alasan mengapa ketiga orang tersebut mau mengikut Yesus. Ternyata Yesus menggunakan perahu Simon untuk memberitakan Firman Tuhan. Pada mulanya Petrus melihat Yesus sebagai “guru” (ay. 5), tetapi setelah Petrus mengalami mukjizat penangkapan ikan dari Yesus, ia pun melihat Yesus sebagai “Tuhan” (ay. 8). Inilah yang menyebabkan Petrus, Yakobus, dan Yohanes mau meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus dan menjadi penjala manusia. Inilah prinsip pemuridan. Sebelum kita melihat bahwa Yesus adalah Tuhan (Penguasa Tunggal) kita, kita tidak mungkin mau mengikuti Yesus dan menjadi penjala manusia.

2019-10-12T10:03:58+07:00