//17/01/14 – Apakah kaum wanita juga termasuk imamat rajani

17/01/14 – Apakah kaum wanita juga termasuk imamat rajani

Jumat, 17 Januari 2014

APAKAH KAUM WANITA JUGA TERMASUK IMAMAT RAJANI?

Bacaan Firman
Bacalah 1 Petrus 2:9-10; Roma 12:1-2; 1 Korintus 14:33-35; Wahyu 1:6; 5:10; 20:6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apakah seorang wanita diizinkan berbicara dalam ibadah?
2. Apakah status wanita di bawah status pria dalam Alkitab?

Jika seorang wanita tidak boleh berbicara, bagaimanakah ia bisa berdoa dalam ibadah atau bernubuat atau melakukan fungsi yang lain? Kaum pria membuat ibadah dalam jemaat Korintus kacau. Paulus melarang wanita mencampurinya jangan-jangan menjadi lebih kacau. Larangan itu tidak ada hubungan dengan fungsi kaum wanita sebagai imam di dalam Rumah Tuhan. Masing-masing, laki-laki dan perempuan, harus menemukan panggilan dan peranannya sendiri dalam Tubuh Kristus. Semua harus setia kepada panggilannya, karena dalam Kristus tidak ada laki-laki atau perempuan (Galatia 3:26-29). Karena alasan inilah seharusnya tidak boleh dibedakan antara laki-laki dan perempuan dalam pelayanan Tubuh Kristus. (1) Semua orang dipanggil untuk memberitakan Injil, (Markus 16:15). (2). Semua orang dipanggil oleh Allah untuk mengajar dan membaptiskan orang, (Matius 28:18-20). (3). Semua orang dipanggil oleh Allah untuk berfungsi dalam Tubuh Kristus, (1 Korintus 12:12-27). (4). Semua orang dipanggil oleh Allah untuk menggunakan karunia-karunia Roh, (1 Korintus 12:7-11). (5). Semua orang dipanggil untuk melayani sebagai imam-imam bagi Allah, (1 Petrus 2:9). (6). Semua orang dipanggil oleh Allah untuk menjadi Mempelai Wanita Kristus, (Efesus 5:25-27). (7). Semua orang dipanggil untuk menjadi Bait Allah (1 Korintus 3:16). (8). Semua orang dipanggil untuk menuju kesempurnaan, (Kolose 1:28). Oleh karena itu, bagi wanita, seperti juga bagi pria, persoalannya adalah sama: otoritas dan fungsi dalam Tubuh Kristus adalah menurut kasih karunia yang diberikan oleh Allah, bukan berdasarkan kelamin seseorang. Intinya adalah panggilan Tuhan. Bilamana ada panggilan yang benar-benar dari Tuhan, panggilan itu akan nyata dan terbukti sesuai dengan buah-buahnya.

Praktek
Dalam komsel, belajar menggunakan karunia yang diberikan oleh Tuhan kepadamu. Jangan Anda berkata, “Tapi saya wanita”! Dalam Kristus tidak ada pria atau wanita. Kita semua adalah satu. Mari kita buang pola lama yang mengikat kita dan jadilah kantong kulit baru yang membawa kehidupan.

2019-10-10T17:48:15+07:00