//17/02/17 – Mencari pemerintahan Allah

17/02/17 – Mencari pemerintahan Allah

Jumat, 17/02/2017

MENCARI PEMERINTAHAN ALLAH


M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Kolose 3:1-4

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Setelah dibangkitkan bersama Kristus, apakah yang harus kita lakukan? (ay. 1-2)

2. Di manakah hidup kita berada? Apakah hidup baru kita itu? (ay. 3-4)

3. Bagaimana caranya secara praktis mempraktikkan kebenaran di atas?

 

PENGAJARAN:

Karena kita telah bersatu dengan Kristus lewat baptisan air, kita punmengalami apa yang dialami oleh Kristus. Kita mengalami kematian, penguburan, kebangkitan, kenaikan dan duduk bersama dengan Kristus di sebelah kanan Allah. Kristus duduk di sebelah kanan Allah untuk memerintah di dalam kerajaanNya. Jadi, kita pun sekarang memerintah bersama Kristus di tempat yang sama itu. Bayangkan, kita berada di posisi “di atas”, posisi “superior” yang berada di atas segala pemerintah, penguasa, kekuasaan, kerajaan, dan tiap-tiap nama yang dapat disebut (Ef. 1:21). Di posisi inilah hidup kita berada.

Hidup kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Kata “hidup” di sini adalah “Zoe” yang berarti bukan hidup yang biasa, tetapi hidup seperti yang ada pada Allah. Paulus berkata,“Kristus yang adalah hidup kita” (ay. 4). Jadi, hidup kekal itu adalah Kristus yang berdiam di dalam kita, yang menempatkan kita pada di posisi di atas. Karena itu, agar kita mengalami hidup Kristus yang berkelimpahan itu, kita harus selalu mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas. Inilah usaha mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Kita harus terus-menerus melihat, percaya, bahwa kita memerintah bersama Kristus di posisi rohani yang sama. Bila kita tahu dan mempraktikkan segala kegiatan hidup kita di posisi ini, hidup kita menjadi sangat luar biasa. Dari posisi inilah kita harus berdoa, berurusan dengan dosa dan keinginan daging, mengasihi, melayani, menjadi suami/istri, menjadi orang tua, menjadi anak, menjadi bawahan, atasan,dan melakukan peran apa pun yang kita lakukan. Tetapi, jika kita melakukan kegiatan hidup kita dengan memikirkan perkara yang di bumi, hidup kita menjadi sederajat dengan orang-orang yang ada di dunia ini dan dengan orang-orang yang belum lahir baru.

2019-10-17T12:17:45+07:00