//17/08/12 – Berjaga-jaga agar selalu respek terhadap otoritas

17/08/12 – Berjaga-jaga agar selalu respek terhadap otoritas

Jumat, 17/08/2012

BERJAGA-JAGA AGAR SELALU RESPEK TERHADAP OTORITAS

Bacaan Firman :
Bacalah Bilangan 16:1-35 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Apa akibatnya bagi Korah, Datan dan Abiram ketika mereka tidak menghormati otoritas di atasnya?
2. Apa sikap Anda apabila Anda menghadapi kejadian yang sama seperti mereka?

Dalam firman Tuhan hari ini, kita menemukan kisah yang lebih parah dari apa yang dialami oleh raja Saul dalam saat teduh kemarin. Dalam bacaan hari ini, kita menemukan bahwa ada seseorang bernama Korah, anak Yizhar dari kaum Kehat, suku Lewi, yang memberontak terhadap Musa. Ia dan tiga orang anggota suku Ruben, yaitu Datan dan Abiram anak-anak Eliab, dan On anak Pelet, beserta 250 pemimpin terkenal menghadap Musa dan Harun, lalu berkata, “Cukuplah itu, Musa! Seluruh umat Israel dikhususkan untuk TUHAN, dan TUHAN ada di tengah-tengah kita sekalian. Tetapi mengapa engkau menganggap dirimu lebih tinggi dari umat TUHAN?” (ayat 3, IBIS). Ketika mendengar itu, Musa sujud dan berdoa pada TUHAN. Setelah berdoa, Musa berkata, “Besok pagi TUHAN akan menunjukkan kepada kita siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang dikhususkan bagi-Nya. Orang yang dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekati Dia. Besok pagi engkau dan para pengikutmu harus mengambil tempat-tempat api, mengisinya dengan bara api dan dupa, dan membawanya ke mezbah. Baiklah kita lihat nanti siapa di antara kita yang telah dipilih TUHAN. Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!”(ayat 5-7, IBIS). Sebagai manusia, Musa tersulut emosinya sehingga ia berkata, “Dengarlah, hai orang-orang Lewi! Apakah kamu pikir ini soal kecil bahwa Allah Israel memilih kamu dari antara orang-orang Israel supaya kamu boleh mendekati Dia, dan bertugas di Kemah-Nya, serta bekerja untuk umat Israel dan melayani mereka? Kau, Korah, dan semua orang Lewi sudah mendapat kehormatan itu dari TUHAN–dan sekarang kamu menuntut untuk menjadi imam juga! Jika engkau dengan pengikut-pengikutmu mengomel terhadap Harun, sesungguhnya kamu melawan TUHAN!”(ayat 8-11, IBIS). Api kemarahan bertemu api kemarahan yang berakibat fatal. Musa berkata, “TUHAN, janganlah menerima persembahan mereka. Tidak pernah saya merugikan seorang pun dari mereka; bahkan seekor keledai pun tak pernah saya ambil dari mereka.” Akibat tidak respeknya Korah kepada pemimpin, ia dan sekutu-sekutunya mati ditelan bumi, karena tanah terbelah di bawah kaki mereka. Berhati-hatilah. Mari kita berjaga-jaga agar kita selalu respek terhadap otoritas.

Praktek
Sudahkah kita memiliki sikap yang benar terhadap otoritas? Pernahkah Anda tidak respek? Apa komitmen Anda untuk dilakukan setelah saat teduh hari ini?

2012-07-25T08:20:53+00:00