//17/08/15 – Pernikahan yang berlandaskan kerajaan Allah

17/08/15 – Pernikahan yang berlandaskan kerajaan Allah

Senin, 17/08/2015

PERNIKAHAN YANG BERLANDASKAN KERAJAAN ALLAH

M1 – Membaca firman di hadirat Kristus
Matius 19:1-12

M2 – Merenungkan firman di hadirat Kristus

1. Hal apakah yang dipertanyakan oleh orang-orang Farisi untuk mencobai Kristus dan apa jawaban Yesus (ay. 1-8)?

2. Jadi, apa ajaran Yesus tentang perceraian (ay. 8-9)?

3. Lalu, hal apakah yang Yesus katakan tentang keadaan tidak menikah dalam Kerajaan Allah (ay. 10-12)?

4. Sejauh mana Anda memegang perjanjian pernikahan dan membenci perceraian (bagi yang menikah)? Sejauh mana Anda yakin bahwa kehidupan lajang (tidak menikah) karena kehendak Allah adalah juga sesuai dengan kedaulatan Kristus Raja kita?

Kristus (Raja) membenci perceraian di dalam kerajaanNya (Mal. 2:15-16). Orang yang menceraikan istrinya (kecuali memutuskan hubungan dengan tunangan karena ia berselingkuh) lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuah zinah. Jika kita pernah bercerai dan kawin lagi, kita harus mengaku salah dan bertobat, lalu jangan mengulanginya lagi. Bukan hanya orang yang menikah yang hidup dalam kehendak Allah. Orang yang tidak menikahpun (karena berbagai alasan) adalah kehidupan yang dikehendaki Allah. Hal itu adalah misteri yang hanya dapat dimengerti bila dibukakan oleh Allah.

M3 – Mendengar dan melakukan Firman Kristus

M4 – Membagikan Firman Kristus

2015-07-16T03:14:10+07:00