//17/09/12 – Kesetiaan Abraham harus diuji oleh Tuhan

17/09/12 – Kesetiaan Abraham harus diuji oleh Tuhan

Senin, 17/09/2012

KESETIAAN ABRAHAM HARUS DIUJI OLEH TUHAN

Bacaan Firman :
Bacalah Kejadian 22:1-19 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Untuk membuktikan kesetiaan Abraham, apa kata Tuhan? Apa respon Abraham? (ayat 2-8).
2. Karena lulus ujian, hal apa sajakah yang dijanjikan kepada Abraham?(ayat 9-18).

Banyak orang berkata bahwa ia setia, tapi kesetiaan mereka harus diuji terlebih dahulu. Hal ini akan tampak jelas perbedaannya bila mereka harus menghadapi ujian terhadap kesetiaan mereka. Bila kita lulus dari ujian terhadap kesetiaan kita, maka kita layak mendapatkan pujian. Abraham adalah orang yang terkenal karena kesetiaannya. Jadi, untuk itulah kesetiaan Abraham harus diuji. Tuhan berfirman, “Abraham,” dan ia menjawab, “Ya, Tuhan.” Ketika Abraham menyahut, bukan hal enak yang didengar, tetapi yang menakutkan, “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu,”(ayat). Coba Anda imajinasikan sebentar tentang respon Abraham. Mungkinkah Abraham mengernyitkan dahi untuk memastikan bahwa ia tidak salah mendengar suara Tuhan. Ataukah Abraham menahan nafas sebentar karena sesak atau ia menutup untuk tidak melihat keluar. Apapun jawaban kita, tapi Abraham membutkikan segera meresponinya. Dikatakan, “Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya,”(ayat 3). Itulah kehebatan Abraham. Ia lulus ujian tahap awal. Dan, karena kesetiaannya kepada Allah, maka Abraham mendirikan mezbah, disusunnya kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah di atas kayu api. Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Adegan demi adegan yang terjadi sangat menegangkan. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit, “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya, “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Abraham telah lulus ujian dengan hasil memuaskan bagi Tuhan. Bagaimana dengan kita yang percaya hari ini? Rindukah Anda juga lulus ujian dari Tuhan?

Praktek
Hal apakah yang Anda dapatkan pencerahannya dari firman Tuhan hari ini? Bagikanlah pengalaman Anda di komsel.

2012-08-23T04:27:27+00:00