//17/10/16 – Kesetiaan yang tidak tergoyahkan

17/10/16 – Kesetiaan yang tidak tergoyahkan

Senin, 17/10/2016

KESETIAAN YANG TIDAK TERGOYAHKAN

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Matius 4:21-22; Yohanes 19:25-27

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Bagaimana respons Yohanes ketika dipanggil oleh Yesus menjadi muridNya? (Mat. 4:22)

2. Siapa yang masih menyertai Yesus ketika disalib? (Yoh. 19:25-26)

3. Kepada siapakah Yesus memercayakan ibunya? (Yoh. 19:27)

 

Yohanes adalah murid yang paling dekat dengan Yesus. Ia adalah murid yang secara khusus dikasihi oleh Yesus (Yoh. 13:23; 19:26; 20:2; 21:7&20). Yesus sendiri bertemu Yohanes dan memanggil dia, saat Yohanes membereskan jala bersama ayah dan saudaranya. Kesetiaan Yohanes kepada Yesus tidak berubah, sekalipun Yesus ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Ia menemani Yesus sampai mati di salib. Kesetiaan Yohanes ini pun tercatat dalam injil, “Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya: ‘Ibu, inilah, anakmu!’ Kemudian kataNya kepada muridNya: ‘Inilah ibumu!’ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya,” (Yoh. 19:26-27). Demikian pula, saat Yesus menampakkan diri di danau Genesaret, Yohanes adalah murid pertama yang mengenali Yesus (Yoh. 21:7), karena ia tidak pernah goyah dalam kesetiaan kepada Yesus.

 

M3 – Mendengar dan melakukan Firman Kristus

M4 – Membagikan Firman Kristus

2019-10-17T12:45:01+07:00