//17/12/12 – Iman yang berkenan di hadapan Tuhan

17/12/12 – Iman yang berkenan di hadapan Tuhan

Senin, 17/12/2012

IMAN YANG BERKENAN DI HADAPAN TUHAN

Bacaan Firman :
Bacalah 1 Yohanes 5:1-4 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Bagaimanakah caranya kita mengalahkan dunia? (Ayat 4).
2. Apakah terasa berat bila kita melakukan perintah Allah dalam hidup kita? (Ayat 3)

Kita mencoba dengan berbagai cara untuk menyenangkan Allah dalam hidup kita sehari-hari, antara lain banyak berbuat baik, merenungkan Firman, berdoa dan sebagainya. Kemudian kita berpikir bahwa tindakan kita bisa menjadikan kita berkenan di mata Tuhan. Lalu kita mulai mengklaimnya sebagai persembahan kita yang sempurna. Akhirnya kita sadar bahwa untuk berkenan kepada Tuhan, maka kita harus menjaga persekutuan kita dengan Allah. Lalu, bagaimana kita bisa bersekutu dengan Allah? Kita menuruti perintah-perintah Allah. Yohanes menulis, “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat. Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita,” (ayat 3-4). Dengan menuruti perintah Tuhan, kita dapat bersekutu dengan Tuhan. Ketika kita bersekutu dengan Tuhan, maka kita memperoleh iman yang dari Tuhan. Dengan iman itulah kita dapat meraih kemenangan mutlak, yaitu kemenangan yang mengalahkan dunia. Tetapi kita harus sadar bahwa kemenangan kita bukan digerakkan oleh daging, melainkan oleh iman dari Roh Kudus. Sewaktu iman kita dihidupkan oleh Roh Kudus, maka kita akan menuruti perintah-perintah Allah dengan mudah dan gampang. Mengapa? Karena perintah-perintah-Nya itu tidak berat bagi orang yang mengasihi Tuhan. Mengapa perintah Allah tidak berat? Karena kita percaya kepada Allah bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi oleh anugerah. Perbuatan tanpa iman sama dengan mengandalkan kekuatan sendiri. tetapi, iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong. Oleh sebab itu, marilah kita mengucap syukur kepada Allah karena mengaruniakan iman yang aktif dalam hati kita untuk membuat kita berkarya bagi Allah. Mari, milikilah iman yang mengalahkan dunia.

Praktek
Setelah membaca renungan ini, apakah kita mengasihi Tuhan melalui iman? Apa komitmen Anda untuk menghidupi iman tersebut.

2019-10-05T12:39:24+00:00