18/04/19

Kamis, 18/4/2019

  • Bacaan: 2 Raja-Raja 9-11; Matius 5-6
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL: 2 Raja-Raja 9:30-37

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini di hadirat Tuhan!
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi). Pelajari dan catatlah hal-hal yang didapatkan dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah hasil perenungan pribadi Anda hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4 yang akan Anda lakukan.

 

Renungan:

Kita patut bersyukur pada Tuhan atas kesetiaan-Nya kepada umat-Nya. Meski Elia takut dan lari, nubuat yang disampaikan tetap tergenapi. Dikatakan, “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau,” (1 Raj. 19:15-17). Dalam renungan hari ini, kita melihat penggenapan nubuat Elia, yaitu Yehu diurapi menjadi raja dan membunuh Izebel. Ketika Izebel dijatuhkan dari pintu jendela, darahnya memercik ke dinding dan ke kuda; mayat terinjak-injak. Di saat mereka mau menguburkan dia, mereka tidak menjumpai mayatnya, hanya ada kepala dan kedua kaki dan kedua telapak tangannya. Yehu, berkata, “Memang begitulah Firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, Elia, orang Tisbe itu: Di kebun di luar Yizreel akan dimakan anjing daging Izebel; maka mayat Izebel akan terhampar di kebun di luar Yizreel seperti pupuk di ladang, sehingga tidak ada orang yang dapat berkata: Inilah Izebel.” Mari kita belajar untuk tidak menganggap enteng Firman Tuhan.

2019-10-11T10:20:08+07:00