//18/01/14 – Mengapa “para penatua” dan bukan “Gembala Senior”

18/01/14 – Mengapa “para penatua” dan bukan “Gembala Senior”

Sabtu, 18 Januari 2014

MENGAPA “PARA PENATUA” DAN BUKAN “GEMBALA SENIOR”?

Bacaan Firman
Bacalah Pengkhotbah 4:9-12; Kisah Para Rasul 14:23; 15:4; 20:17; Titus 1:5; 1 Petrus 5:1-3 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Siapa sebenarnya Para Penatua itu?
2. Mengapa kebanyakan gereja dipimpin oleh seorang gembala saja?

Para Penatua asli adalah Allah sendiri. Ada tiga yang bersaksi di sorga – Bapa dan Firman dan Roh Kudus (1 Yohanes 5:7-8). Allah adalah kepemimpinan asli dan gaya hidup kepemimpinan majemuk itu dicerminkan kepada jemaat melalui para penatua dalam sidang jemaat. Rasul Yohanes menyebut tiga langkah kedewasaan yaitu anak-anak, yaitu orang yang baru lahir baru; orang-orang muda, yaitu mereka yang sudah mulai berjuang mengalahkan iblis; dan bapa-bapa, yaitu mereka-mereka yang sudah mengenal maksud abadi Allah, rencana kekal Allah sejak semula (1 Yohanes 2:12-14). Jadi para penatua, adalah “bapa-bapa”, yaitu mereka yang sudah lebih dewasa, dan yang dimampukan oleh Tuhan sebagai teladan, menjadi pelatih-pelatih dan teladan yang baik kepada jemaat. Peran penatua adalah sebagai fungsi bukan posisi seperti Petrus ajarkan kepada kita. Yang disebut “gembala”, bukan pelayan lokal, tetapi pelayan trans-lokal, yang merupakan bagian dari 5 Jawatan (Efesus 4:11-13) yang berjalan dari jemaat ke jemaat untuk membangun dan untuk mempersatukan seluruh Tubuh Kristus. Sayang sekali dalam sejarah gereja, kebenaran “penatua” dicuri oleh Iblis dari kita dan diganti dengan sistem manusia. Kini, jika kita rindu untuk bertumbuh dalam Kristus dan menjadi pemenang-pemenang, kita harus membuang kantong kulit lama agar memiliki kantong kulit baru yang sanggup menerima air anggur baru.

Praktek
Lihat kamus Alkitab yang di belakang Alkitab dan melihat kata “penatua” dan kata “gembala” dan Anda akan melihat bahwa sebenarnya para penatua adalah pola yang ditetapkan Roh Kudus untuk memimpin jemaat. Ambil waktu khusus hari ini dan berdoa agar para penatua baru yang ditetapkan betul-betul menjadi teladan kepada jemaat dan hidup dalam hikmat, pengetahuan dan urapan Tuhan.

2013-12-17T04:21:23+07:00