//18/02/14 – Ibadah dalam usaha

18/02/14 – Ibadah dalam usaha

Selasa, 18/02/2014

IBADAH DALAM USAHA

Bacaan Firman
Bacalah Ulangan 28:1-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang dilakukan oleh umat Tuhan, dan apa yang terjadi bila dilakukan? (ayat 1-2).
2. Berkat apa saja yang akan diterima oleh orang yang melakukan hal di atas? (ayat 3-6)

Tuhan berjanji kepada orang Israel bahwa apabila mereka konsisten beribadah kepada Tuhan dengan mendengar dan taat akan suaraNya, maka berkat-berkat Allah akan dicurahkan pada mereka. Usaha mereka pastilah diberkati. Prinsip ini sama seperti yang terdapat di Perjanjian Baru. Kristus mengajar prinsip yang sama, “carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan padamu,” (Matius 6:33). Kita diminta untuk mencari pemerintahan Kristus. Kita diperintahkan untuk taat kepada firmanNya dan hidup benar. Ini adalah hidup yang beribadah, yaitu hidup yang diserahkan total kepada Tuhan. Bila kita mempraktekkan Matius 6:33 sebagai gaya hidup saat kita menjalankan usaha kita, maka tidak perlu kuatir akan usaha kita. Tuhan pasti akan mencurahkan berkatNya kepada kita.

Ada seorang pedagang yang setiap hari berjualan tempe di pasar. Suatu hari, ketika ia tiba di pasar dan membuka penutup bakul tempat ia menyimpan semua tempenya, ternyata tempe-tempe itu belum siap jual. Ia bersedih dan hampir bersungut-sungut, tapi tiba-tiba ia teringat tentang gaya hidup beribadah. Ia bersyukur atas kondisi yang ada. Sekali-kali ia membuka tutup bakul sambil berkata: “Dalam nama Yesus, jadi tempe.” Apa yang terjadi? Ternyata kacang kedelai tetap kacang kedelai, belum menjadi tempe. Berulang kali ia membuka tutup bakul sambil mengucapkan kata-kata yang sama, namun tak terjadi perubahan. Dia tetap mengucap syukur, sampai malam. Tiba-tiba, muncul seorang ibu yang mau membeli tempe yang belum jadi. Dengan berteriak, sambil membuka tutup bakul tempat menyimpan tempe, ia berkata: “Dalam nama Yesus, jangan jadi tempe dulu!” Benar saja, tempenya memang belum jadi. Tuhan mengijinkan tempe-tempenya belum jadi sampai malam, karena Tuhan ingin mengajar dia bagaimana harus bersyukur. Tuhan mempertemukan dia dengan ibu yang membutuhkan tempe yang setengah jadi, untuk dibawa ke luar negeri. Ibu itu memborong semua tempe yang ia punya. Haleluya.

Praktek
1. Praktekkanlah gaya hidup ibadah sementara Anda menjalankan usaha, profesi, dan tugas Anda sehari-hari.
2. Menanam firman di hati: Keluaran 23:25

2014-01-21T04:02:38+07:00