//18/08/16 – Komunitas yang tidak saling menghakimi dan memaksa

18/08/16 – Komunitas yang tidak saling menghakimi dan memaksa

Kamis, 18/08/2016

KOMUNITAS YANG TIDAK SALING MENGHAKIMI DAN MEMAKSA

M1 – Membaca firman di hadirat Kristus

Matius 7:1-6

 

M2 – Merenungkan firman di hadirat Kristus

Renungkan firman Tuhan di atas dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Hal-hal apakah yang terjadi?

2. Hal-hal apakah yang dikatakan tentang Allah?

3. Hal-hal apakah yang dikatakan tentang kita/manusia?

4. Untuk mempraktikkan kebenaran ini, temukan:

a. perintah Tuhan

b. dosa yang dinyatakan

c. janji Tuhan.

Ketika saling menghakimi, sebenarnya kita telah melakukan dosa (“balok”) yang lebih besar daripada dosa orang yang kita hakimi (“selumbar”). Akibatnya, mata kita menjadi buta dan kita tidak bisa menolong saudara kita untuk mengeluarkan selumbar itu dari matanya. Selumbar adalah gambaran kesalahan, dosa atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyakitkan, tetapi tidak disadari keberadaannya di dalam hidup kita, karena dihasilkan oleh pikiran-pikiran bawah sadar kita. Jika kita mengeluarkan sikap menghakimi (“balok”) kita terlebih dahulu, kita akan menjadi mampu untuk saling menolong mengeluarkan selumbar dari mata saudara kita. Anjing dan babi pada ayat 6 adalah gambaran orang-orang yang belum mengenal Allah, dalam konteks makna orang-orang yang belum/tidak siap berubah. Artinya, jangan kita memaksa “anjing dan babi” untuk menerima “mutiara” (pencerahan/kebenaran) yang kita terima. “Anjing dan babi” tidak memerlukan “mutiara”, tetapi mereka memerlukan “makanan”. Jadi bila belum waktunya, jangan memaksa orang untuk berubah sesuai dengan “pencerahan/kebenaran” yang kita dapatkan. Berikan saja “makanan” dengan sabar kepada mereka, tanpa menghakimi.

 

 

M3 – Mendengar dan melakukan firman Kristus

M4 – Membagikan firman Kristus

2016-07-26T07:59:53+07:00