//18/09/13 – Imam sebagai pemurid

18/09/13 – Imam sebagai pemurid

Rabu, 18 September 2013

IMAM SEBAGAI PEMURID

Bacaan Firman
Bacalah II Tawarikh 24:1-27 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang dilakukan oleh imam Yoyada (ayat 2)?
2. Apa yang terjadi setelah imam Yoyada meninggal (ayat 15-25)?

Dalam bacaan Saat Teduh kita hari ini, ada pelajaran yang luar biasa dari pemuridan yang dilakukan Imam Yoyada kepada Raja Yoas. Dikatakan bahwa, “Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada,” (ayat 2). Ternyata Raja Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan karena dimuridkan oleh Imam Yoyada. Sebagai imam-imam Perjanjian Baru, masihkah kita memuridkan orang lain? Imam bukan hanya sekedar melayani, tetapi juga memuridkan orang lain. Pemurid harus mengajar orang untuk hidup benar di mata Tuhan. Imam Yoyada memuridkan Yoas dengan baik, sehingga Yoas melakukan apa yang benar selama Imam Yoyada hidup. Tapi apa yang terjadi setelah Imam Yoyada mati? Dikatakan, “Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka Allah,” (ayat 17-18). Setelah Imam Yoyada meninggal, tidak ada lagi yang memuridkan Yoas, sehingga ia dan rakyat meninggalkan Tuhan. Itulah sebabnya, TUHAN mengutus para nabi untuk membuat mereka berbalik, tetapi mereka tidak mendengarnya. Pada suatu kali Roh Allah menguasai Zakharia, anak Imam Yoyada yang berkata, “Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!” (ayat 20). Tetapi pesannya gagal, karena mereka bersepakat melawan anak Imam Yoyada, bahkan Raja Yoas memerintahkan untuk melontari dia dengan batu dan membunuhnya di pelataran rumah TUHAN. Yoas tidak lagi mengingat jasa pemurid atau pun keturunannya. Sebelum mati Zakharia berseru, “Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!” Tuhan menjawab doanya, sehingga Raja Yoas mati terbunuh. Sebuah akhir kehidupan yang tragis, akibat Yoas tidak menghargai pemuridan atau pemuridnya. Ia meninggal tanpa dikubur di dalam pekuburan raja.

Praktek
Sebagai imam, sudahkah Anda memuridkan? Apakah Anda masih setia memuridkan? Sebagai orang yang dimuridkan, bagaimana sikap Anda terhadap orang yang memuridkan Anda?

2013-08-24T04:15:57+07:00