//19/12/2022 – Membapai dari Pengalaman Dibapai

19/12/2022 – Membapai dari Pengalaman Dibapai

Senin, 19/12/ 2022

Bacaan harian setahun: Habakuk 1-2; 1 Yohanes 5; 2 Yohanes 1

Membapai dari Pengalaman Dibapai

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Kisah Para Rasul 22:1-16

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

  1. Bagaimana masa lalu Paulus sebelum dibapai oleh Ananias? (ay. 1-5)
  2. Bagaimana pengalaman Paulus dengan Tuhan? (ay. 6-11)
  3. Apa pengalaman Paulus ketika dibapai oleh Ananias? (ay. 12-16)

 

Renungan:

Dalam renungan hari ini, kita akan belajar dari pengalaman kesaksian Paulus ketika dibapai oleh Ananias, sampai dia mengenal panggilan Allah atas hidupnya. Paulus bersaksi, “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bagi Allah. Tetapi dalam perjalananku ke Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku dan mendengar suara: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Paulus mendengar suara Tuhan, dan dia perlu orang untuk menolongnya. “Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Dia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.” Apakah prosesnya selesai di titik ini? Tidak. Ananias melakukan peranan sebagai bapa rohani dan menyampaikan peneguhan panggilan Tuhan atas Paulus, “Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!” Pengalamannya dibapai ini menjadikan Paulus bapa rohani yang besar bagi banyak orang.

2022-11-24T14:57:35+07:00