//19/02/14 – Ibadah dalam pergaulan sehari-hari

19/02/14 – Ibadah dalam pergaulan sehari-hari

Rabu, 19/02/2014

IBADAH DALAM PERGAULAN SEHARI-HARI

Bacaan Firman
Bacalah Kolose 4:2-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa nasehat Paulus bagi jemaat di Kolose? (ayat 2). Apa permintaan Paulus untuk didoakan? (ayat 3-4).
2. Bagaimana seharusnya cara hidup orang Kristen terhadap orang-orang luar? (ayat 5-6)

Kita melihat bahwa ibadah menentukan cara hidup kita di tengah-tengah orang yang tidak percaya dalam pergaulan sehari-hari. Paulus menasehati jemaat Kolose agar tekun beribadah dengan doa, berjaga-jaga, dan bersyukur. Fokus doa mereka adalah agar Tuhan membuka pintu bagi rasul-rasulNya untuk memberitakan tentang rahasia Kristus. Jadi, melalui ibadah doa, kita berdoa agar pintu-pintu yang tertutup dibuka oleh Tuhan. Kita harus belajar berdoa agar Tuhan menciptakan situasi-situasi yang memungkinkan pemberitaan Injil terbuka bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus. Jika kita sudah berdoa, kita harus terus-menerus berjaga-jaga agar perhatian kita tidak beralih dari Tuhan kepada hal-hal lain.

Perhatikan hasil doa Anda. Kadang-kadang situasi/kondisi orang yang kita doakan menjadi semakin parah. Jika kita tidak berjaga-jaga dan terus mengamati dengan seksama, kita tidak melihat pintu yang telah dibuka oleh Tuhan. Bila pintu terbuka, kita harus bersyukur. Inilah 3 langkah penting: Doa, Amati, Syukuri (DAS). Lalu, kita harus hidup dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar. Hikmat memampukan kita untuk melihat “waktu Tuhan,” yaitu “kairosnya Tuhan.” Kairos adalah waktu yang ditetapkan oleh Tuhan, dimana pada kesempatan itu Ia membuka pintu-pintu pemberitaan Injil pada orang-orang yang tidak percaya. Tunjukkanlah kasih Tuhan dan beritakan Injil, maka orang-orang itu akan dimenangkan.

Ada sebuah komsel yang rajin mempraktekkan gaya hidup ibadah (Roma 12:1), mereka mengalami terobosan dalam penginjilan. Dulunya komsel ini tidak terbeban untuk memenangkan jiwa. Tapi setelah mereka mempersembahkan tubuh mereka, maka mereka menjadi peka terhadap suara Tuhan. Dalam kehidupan bersama sebagai komsel, mereka melihat pintu-pintu terbuka bagi penginjilan, sehingga beberapa orang dimenangkan bagi Tuhan.

Praktek
1. Praktekkanlah doa seperti dalam Kolose 4:2-3. Mintalah kepada Allah yang empunya tuaian untuk menyatakan pintu-pintu terbuka bagi hidup pribadi dan komsel Anda.
2. Menanam firman di hati: Kolose 4:2

2014-01-21T04:06:32+07:00