//19/04/13 – Kaleb, sang pemenang

19/04/13 – Kaleb, sang pemenang

Jumat, 19/04/2013

KALEB, SANG PEMENANG

Bacaan Firman
Bacalah Bilangan 14:20-25; Yosua 14:6-14 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan renungan
1. Apa yang membuat Kaleb berbeda? (Bil 14:24)
2. Selain Kaleb, siapakah yang diberkati Tuhan? (Bil 14:25)

Mengapa Tuhan memberi pujian tentang Kaleb dan memberi janji kepada bukan hanya kepada dia, tetapi juga pada keturunannya? Bilangan 14:25 mencatat: “Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” Jawabannya adalah karena Kaleb mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati. Ia tidak bercabang hati seperti 10 pengintai lain yang ketakutan menghadapi orang Kanaan. Ia tetap percaya sepenuh pada Tuhan karena ia mengenal siapa Tuhannya. Dengan yakin ia berkata “.. Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka” (Bilangan 14:9). Dengan berani, ia menenteramkan bangsa Israel yang ketakutan (Bilangan 13:30). Sekalipun usahanya sia-sia untuk meyakinkan bangsa Israel, keturunannya mendapat berkat dari seorang ayah, seorang kakek, seorang pribadi yang beriman di tengah fakta yang menakutkan. 45 tahun kemudian, ia mendapatkan janji Tuhan untuk dia dan keturunannya: Kota Hebron. Kaleb harus ada di padang gurun selama 40 tahun bukan karena salahnya, tetapi karena kesalahan orang lain yang tidak beriman. Bisa saja ia merasa ketidakadilan karena ia juga mengalami hukuman Tuhan, berjalan selama 40 tahun di padang gurun sebelum mencapai tanah perjanjian, padahal jarak itu sebenarnya bisa ditempuh dalam waktu 1 bulan saja. Tetapi Alkitab mencatat sampai 5 kali bahwa Kaleb ”mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati” (Yosua 14:8-9; Ulangan 1:36; Bilangan 14:25 & 32:12). Ia tidak bersungut-sungut. Jika kita seperti Kaleb, mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, kita akan mendapatkan penggenapan janji Tuhan, walau mungkin kita perlu melalui proses yang tidak enak. Bahkan, keturunan kita pun akan diberkati. “Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.” Bagaimana dengan Anda? Apakah anda sudah mengikut Tuhan sepenuh hati?

Praktek:
Pilihan/tantangan/tawaran/cobaan apa yang sedang Anda hadapi? Bagaimana Anda belajar untuk tetap mempercayai Dia yang tidak berubah, di tengah situasi yang sulit? Apakah Anda tetap bersyukur dan belajar taat pada kehendakNya sebagai tanda mengikut Dia sepenuh hati?

2019-10-09T12:48:30+07:00