//19/09/13 – Belas kasihan seorang imam

19/09/13 – Belas kasihan seorang imam

Kamis, 19 September 2013

BELAS KASIHAN SEORANG IMAM

Bacaan Firman
Bacalah Lukas 10:31 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang dilakukan oleh imam di dalam bacaan ini?
2. Seandainya Anda adalah imam tersebut, apakah yang seharusnya dilakukan?

Dalam bacaan renungan Saat Teduh hari ini, ada suatu perumpamaan yang diberikan Yesus untuk menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat tentang “Siapakah sesamaku manusia?” Yesus menjawab ahli Taurat tersebut, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati,” (ayat 30). Yesus memberi contoh yang luar biasa, dengan menyodorkan sebuah kebutuhan yang harus dijawab. Lalu, Yesus memberikan jawaban atas kebutuhan tersebut, ”Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan,” (ayat 31). Imam melihat kebutuhan di depan mata, tetapi ia melewati dari seberang jalan. Imam seharusnya menjawab kebutuhan, tetapi ia mengabaikan tugasnya. Bagaimana dengan kita sebagai imam-imam Allah, apakah kita memiliki belas kasihan ketika melihat kebutuhan yang harus dijawab? Ini bertolak belakang dengan orang Samaria yang “bukan imam”. Yesus melanjutkan, “Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali,” (ayat 33-35). Marilah kita sadar bahwa kita adalah imam-imam Allah yang memiliki belas kasihan untuk menjawab kebutuhan orang lain.

Praktek
Perbuatan baik apakah yang Anda ingin lakukan? Apakah kita masih memiliki belas kasihan kepada jiwa-jiwa? Buatlah komitmen pribadi dengan Tuhan.

2013-08-24T04:17:39+07:00