//19/11/12 – Keberanian yang diperoleh dari hasil Doa

19/11/12 – Keberanian yang diperoleh dari hasil Doa

Senin, 19/11/2012

KEBERANIAN YANG DIPEROLEH DARI HASIL DOA

Bacaan Firman
Bacalah Markus 14:32-42 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Bagaimana kondisi hati Yesus ketika Ia tiba di Taman Getsemani? (ayat 33-34).
2. Hal apakah yang diharapkan oleh Yesus dari Petrus, Yakobus dan Yohanes? (ayat 34).

Kecenderungan manusia adalah ingin ditemani ketika berada dalam keadaan takut. Ia rindu berada dekat dengan orang-orang yang ingin menopang dirinya. Setiap manusia pasti membutuhkan orang-orang yang siap mendukungnya ketika ia sedang menghadapi keadaan darurat. Kecenderungan lain adalah manusia ingin lari dan bersembunyi dari tekanan yang dihadapinya. Masih banyak cara yang dipakai manusia untuk menghadapi ketakutan. Salah satu cara untuk menghadapi ketakutan adalah berdoa. Cara inilah yang dipakai oleh Yesus ketika Ia berada di Taman Getsemani. Ketika masih hidup di dunia 2000 tahun yang lalu, Yesus masih 100% manusia dan 100% Allah, sehingga Ia pun takut. Hanya karena Yesus tahu bahwa kedatangan-Nya ke dunia adalah mati di kayu salib untuk menebus dosa seluruh dunia, maka Ia harus berani menghadapi ketakutan yang mencoba untuk menggagalkan rencana Allah. Karena takut, maka Yesus mengajak ketiga murid-Nya: Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk berjaga-jaga dalam doa satu jam bersama-Nya. Herannya, ketiganya jatuh tertidur. Akhirnya, Yesus berdoa dengan sungguh-sungguh sampai Ia menerima keberanian dari Roh Kudus untuk menghadapi penderitaan di kayu salib. Meski sempat meminta untuk cawan yang harus diminum dilalukan dari diri-Nya, tetapi melalui keberanian yang Ia terima, maka Ia bisa menghadapi kayu salib dengan tegar. Itulah sebabnya, Paulus menulis, “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,”(Ibrani 5:7-9). Belajarlah dari teladan Yesus.

Praktek
Pernahkah Anda diliputi ketakutan saat menghadapi masa-masa yang sulit? Berdoakah Anda untuk menghadapi situasi tersebut? Bagikanlah pengalaman Anda di komsel.

2012-10-25T04:38:32+00:00