//20/01/14 – Mengapa tidak ada rasul atau nabi lagi dalam gereja?

20/01/14 – Mengapa tidak ada rasul atau nabi lagi dalam gereja?

Senin, 20 Januari 2014

MENGAPA TIDAK ADA RASUL ATAU NABI LAGI DALAM GEREJA?

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 12:26-31; 2 Korintus 11:12-15; Efesus 4:11-13 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa persyaratan menjadi seorang Rasul?
2. Apakah pelayanan Rasul dan Nabi masih diperlukan?

Ada dua jenis rasul yang disebut dalam Perjanjian Baru. Yang pertama adalah ke-12 murid Yesus, yang dipanggil menjadi rasul-rasul untuk melayani dan menghakimi bangsa Israel (Matius 10:2-4; 19:28). Jenis rasul yang kedua, adalah para rasul dalam 5 Jawatan yang ditunjuk oleh Yesus setelah Ia naik ke sorga (Efesus 4:8-11). Tugas mereka adalah “bangsa-bangsa,” (Galatia 2:7-9). Jumlah yang disebut “rasul” dalam Perjanjian Baru adalah sedikitnya 23 nama. Jenis rasul yang pertama sudah tertutup, karena mereka adalah khusus untuk Israel dan untuk menjadi hakim bagi bangsa Israel di hari kiamat. Setelah Yesus naik ke sorga, baru ditetapkan para rasul dan juga para nabi untuk Tubuh Kristus melakukan pelayanan ke semua bangsa. Jenis rasul itu tetap ada di antara kita. Bagaimana kita mengenali mereka? Apa pelayanan dan karakteristik rasul-rasul itu? Para rasul adalah utusan-utusan khusus Allah yang diutus dengan otoritas Allah. Mereka mewakili otoritas Kerajaan Allah dan membawanya kepada seluruh Tubuh Kristus (2 Korintus 5:19-20). Para rasul adalah peletak dan pemulih fondasi yang benar agar supaya umat Tuhan boleh bertumbuh dengan sehat (Efesus 2:19-21; Kisah Para Rasul 19:1-7). Para rasul adalah pembuka ladang-ladang baru, (2 Korintus 10:16). Para rasul adalah pencetus strategi-strategi Allah agar maksud abadi-Nya bisa terlaksana (Kolose 1:23-29). Para rasul memiliki pelayanan sebagai pemersatu Tubuh Kristus (1 Korintus 1:10). Para rasul adalah para pemimpin dan pemberi visi bagi para pelayan dan jemaat-jemaat (Kisah Para Rasul 20:17-37; 1 Petrus 5:1-4). Para rasul bersifat “bapa” dan memiliki hati bapa yang ingin mendewasakan orang-orang percaya agar mencapai potensinya (1 Korintus 4:15; 1 Yohanes 2:13-14). Seorang rasul bukan hanya memiliki salah satu karakteristik tersebut, tetapi ia akan memiliki semuanya. Mengapa masa kini tak ada yang disebut rasul atau nabi? Pertama, karena jabatan nabi dan rasul terlalu disakralkan, sehingga orang takut menggunakan istilah-istilah itu. Kedua, karena banyak orang takut yang palsu! Kenapa iblis mengirimkan yang palsu? Justru supaya kita tidak mengakui yang benar! Para rasul dan nabi diberikan sampai kita sudah sempurna dan serupa Kristus. Kita belum mencapai standar itu, maka itulah sebabnya kita masih memerlukannya masa kini.

Praktek
Puskesmas berkata, 3 rawan gizi, 4 sehat, 5 sempurna. Adalah sama dalam Tubuh Kristus. Jangan izinkan gereja rawan gizi dengan menolak para rasul dan nabi. Mulai berdoa supaya di dalam jemaat-jemaat kita, Tuhan membangkitkan rasul-rasul dan nabi-nabi bagi akhir zaman.

2013-12-17T04:25:05+07:00